Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Hanif Faisol Salahkan Pembukaan Sawit Zero Burning Akibatkan Banjir, Investigasi Aparat Masih Berjalan

×

Hanif Faisol Salahkan Pembukaan Sawit Zero Burning Akibatkan Banjir, Investigasi Aparat Masih Berjalan

Sebarkan artikel ini
Hanif Faisol Salahkan Pembukaan Sawit Zero Burning Akibatkan Banjir, Investigasi Aparat Masih Berjalan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. (Foto/Istimewa).

Koma.id Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol menegaskan bahwa keberadaan gelondongan kayu yang ditemukan di sejumlah lokasi banjir di Sumatra tidak otomatis terkait praktik illegal logging. Menurutnya, potongan kayu itu bisa berasal dari pembukaan lahan perkebunan sawit yang menggunakan metode zero burning.

Hanif menjelaskan, dalam standar pembukaan lahan sawit masa kini, perusahaan dilarang membakar vegetasi. Akibatnya, batang pohon dibiarkan utuh di lokasi pembukaan lahan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Karena zero burning, kayunya tidak dibakar. Itu yang kemudian mungkin terbawa arus saat banjir,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap melimpahnya kayu gelondongan dan potongan batang besar yang terseret banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Temuan kayu-kayu besar itu memunculkan dugaan kuat adanya pembalakan liar maupun keterkaitan kerusakan hutan dengan parahnya dampak banjir.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI telah membentuk tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu yang terbawa banjir tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut petugas menemukan bekas gergaji pada sebagian gelondongan kayu, sehingga penyelidikan diarahkan pada dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Tim gabungan kini menyusuri aliran sungai dari hulu hingga hilir untuk mengidentifikasi titik asal kayu dan memastikan apakah berasal dari pembukaan lahan legal atau praktik pembalakan liar.

Di tengah proses penyelidikan ini, pernyataan Hanif memicu reaksi beragam. Sejumlah aktivis lingkungan menilai pemerintah tidak boleh terlalu cepat mengaitkan temuan gelondongan dengan praktik perkebunan legal sebelum proses investigasi tuntas, mengingat banjir kali ini menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa dalam jumlah signifikan.

Hingga kini, investigasi lintas lembaga masih berlangsung, sementara publik menanti penjelasan komprehensif mengenai penyebab kerusakan hulu serta peran aktivitas manusia dalam memperparah bencana.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.