Koma.id | Jakarta – RANS Entertainment, perusahaan milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tengah menjadi sorotan publik usai sejumlah karyawannya dilaporkan mengundurkan diri secara bersamaan. Fenomena ini memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait isu beban kerja yang dinilai berlebihan.
Beberapa mantan karyawan mengungkapkan bahwa tekanan kerja di perusahaan tersebut sangat tinggi, dengan jam kerja yang kerap melebihi 10 jam per hari. Salah satu mantan produser menyebut jadwal produksi konten yang padat membuatnya kelelahan secara fisik dan mental.
SP3 Diterbitkan, Kasus Ruben Onsu Ditutup
“Kerjanya memang sepadat dan secapek itu, banyak menguras waktu dan tenaga,” ujar mantan karyawan yang identitasnya disamarkan.
Laporan menyebutkan bahwa gelombang resign tidak hanya terjadi di level staf, tetapi juga melibatkan posisi strategis seperti produser, manajer, dan staf kreatif. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak RANS Entertainment terkait kabar tersebut.
Meski demikian, perusahaan yang dikenal royal dalam memberikan kompensasi dan fasilitas ini tetap menuai kritik. Beberapa pihak menilai bahwa besaran gaji belum sebanding dengan beban kerja yang harus dijalani. Berdasarkan data yang beredar, gaji karyawan RANS bervariasi tergantung divisi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Sharimaya Ulfina, salah satu mantan karyawan yang bekerja selama empat tahun, mengaku memutuskan resign karena tidak sanggup lagi menghadapi tekanan kerja. Pengakuannya memicu reaksi beragam dari publik. Sebagian netizen menilai masa kerja yang cukup lama menunjukkan bahwa kondisi kerja masih bisa ditoleransi, sementara yang lain menyoroti pentingnya keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Isu ini juga memunculkan kembali perdebatan tentang sistem kerja di industri kreatif yang kerap menuntut kecepatan dan output tinggi, namun sering kali mengabaikan aspek kesehatan mental dan fisik pekerja.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, terdapat tantangan besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.









