Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Fernando Emas: Denny Indrayana Seharusnya Paham Penjelasan Jokowi soal Pendidikan Gibran

×

Fernando Emas: Denny Indrayana Seharusnya Paham Penjelasan Jokowi soal Pendidikan Gibran

Sebarkan artikel ini
Fernando Emas KOMAID
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, saat podcast koma.id, Senin, (13/10). (Foto/doc. Koma.id)

KOMA.ID, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai Denny Indrayana semestinya memahami penjelasan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang kini kembali menjadi polemik.

Fernando menduga, langkah Denny bersama sejumlah pihak yang mempersoalkan latar belakang pendidikan Gibran tidak terlepas dari kepentingan politik tertentu.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Fernando, Jokowi merupakan pihak yang paling mengetahui perjalanan pendidikan putra sulungnya tersebut, mengingat dirinya adalah orang tua yang mengikuti proses pendidikan Gibran sekaligus membiayainya.

“Seharusnya Denny cs paham dengan penjelasan yang disampaikan oleh Jokowi,” kata Fernando dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (25/9/2026).

Ia menilai, penjelasan Jokowi semestinya menjadi bagian penting yang dipahami publik dalam melihat persoalan riwayat pendidikan Gibran.

Fernando juga berpandangan bahwa Denny Indrayana dan pihak-pihak yang mempersoalkan pendidikan Gibran tidak memiliki pengetahuan langsung yang melebihi Jokowi mengenai proses pendidikan tersebut.

Soroti Sayembara hingga Gugatan ke MK

Fernando turut menyinggung rangkaian langkah Denny Indrayana yang sebelumnya menggelar sayembara dengan hadiah miliaran rupiah terkait persoalan ijazah Gibran, hingga berlanjut pada pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, polemik tersebut telah berkembang menjadi perhatian publik, terutama karena menyangkut keabsahan persyaratan pendidikan Gibran sebagai Wakil Presiden.

Fernando menyebut Jokowi telah memberikan penjelasan mengenai riwayat pendidikan Gibran, mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan lanjutan di luar negeri.

Dalam penjelasan yang disinggung Fernando, Gibran disebut menempuh pendidikan di SD 16 Surakarta, SMP Negeri 1 Surakarta, kemudian melanjutkan pendidikan setara SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura.

Setelah itu, Gibran disebut meneruskan pendidikan perguruan tinggi di Australia dan Singapura.

Fernando menilai, penjelasan tersebut seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang terus mempersoalkan riwayat pendidikan Gibran.

Fernando Duga Ada Kepentingan Politik

Lebih lanjut, Fernando menduga polemik yang terus berkembang terkait pendidikan Gibran memiliki keterkaitan dengan kepentingan politik kelompok tertentu.

Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan potensi Gibran untuk kembali mengikuti kontestasi pemilihan presiden pada masa mendatang serta pengaruh politik Jokowi yang menurutnya masih kuat.

“Saya melihat ada muatan politik untuk kelompok dan orang tertentu yang sedang dilakukan oleh Denny Indrayana karena melihat potensi Gibran untuk kembali memenangkan kontestasi pilpres yang akan datang serta melihat pengaruh Jokowi yang masih kuat,” ujar Fernando.

Pandangan tersebut disampaikan Fernando sebagai penilaiannya terhadap dinamika politik yang berkembang di sekitar persoalan pendidikan Gibran.

Ia menegaskan kembali bahwa Denny Indrayana dan pihak-pihak yang mempersoalkan riwayat pendidikan Gibran semestinya memahami penjelasan yang telah disampaikan Jokowi.

Bagi Fernando, penjelasan Jokowi mengenai perjalanan pendidikan putranya merupakan hal yang patut diperhatikan dalam menyikapi polemik tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.