Semarang – Beberapa serikat buruh di Kabupaten Semarang mengecam keras aksi kericuhan yang dilakukan kelompok anarkis saat demonstrasi buruh pada Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025 di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Nurdin, Ketua Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSP) Ir. Sumanta, dan Ketua Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES R) Muhammad Irfai secara tegas menyatakan penolakan terhadap tindakan kekerasan yang mengganggu aksi damai buruh.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
Menurut ketiga pimpinan serikat tersebut, aksi unjuk rasa buruh se-Jawa Tengah berlangsung tertib hingga sekelompok orang berpakaian serba hitam diduga dari kelompok anarko yang memprovokasi kerusuhan.
“Kami mengecam segala bentuk tindakan anarkis yang merusak ketenangan demo damai kami. Rekan-rekan buruh datang untuk menyampaikan aspirasi secara aman, bahkan mendapat dukungan dan fasilitas dari aparat kepolisian. Namun, aksi provokatif dari kelompok ini merusak suasana,” tegas Nurdin.
Mereka juga mengapresiasi sikap profesional kepolisian yang menjaga jalannya demonstrasi, termasuk memberikan bantuan air minum kepada peserta aksi. Namun, kedamaian itu ternoda oleh ulah kelompok anarkis yang melakukan pengrusakan.
“Kami mendesak polisi mengusut tuntas pelaku kericuhan ini. Jangan sampai demokrasi yang sudah berjalan baik di Jawa Tengah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Ir. Sumanta.
Para Ketua aliansi buruh ini juga menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara aksi buruh dengan kekerasan yang dilakukan kelompok anarkis.
“Aksi kami murni menyuarakan hak pekerja, tanpa unsur kekerasan. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan brutal yang dilakukan oleh pihak lain,” jelas Muhammad Irfai.
Mereka berharap ke depan, penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa gangguan, dan aparat keamanan dapat mencegah infiltrasi kelompok yang ingin menciptakan kerusuhan.














