Koma.id – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Depok dan Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).
Material vulkanik tersebut dilaporkan terlihat di sejumlah kawasan. Warga juga menemukan abu menempel pada kendaraan maupun permukaan rumah.
Di wilayah Depok, sebaran abu dilaporkan mencapai kawasan Cimanggis. Sejumlah warga mengaku menemukan abu vulkanik di sekitar rumah mereka.
Sementara di Bogor, warga melaporkan kondisi serupa. Abu vulkanik terlihat menempel pada kendaraan dan sejumlah permukaan di lingkungan tempat tinggal.
Abu Vulkanik Terbawa Angin
Sebaran abu tersebut merupakan dampak dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik bergerak mengikuti pola angin dan dapat mencapai wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.
Sebelumnya, BMKG mengidentifikasi dua klaster utama sebaran abu Gunung Anak Krakatau berdasarkan analisis citra satelit dan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.
Pergerakan abu tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Barat ikut terdampak, termasuk Depok dan Bogor.
Warga Depok dan Bogor Diminta Waspada
Dengan adanya sebaran abu vulkanik, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi udara mulai terlihat berkabut atau terdapat material abu yang turun.
Warga juga disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Abu vulkanik tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan dalam jumlah cukup banyak atau dalam waktu lama berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
Warga yang memiliki gangguan pernapasan juga perlu lebih berhati-hati dan mengurangi paparan langsung terhadap abu.
Abu Terlihat Menempel di Kendaraan
Sejumlah warga di Depok dan Bogor mulai menyadari keberadaan abu setelah melihat permukaan kendaraan dan bagian luar rumah dipenuhi material berwarna abu-abu.
Di Cimanggis, Depok, warga melaporkan abu yang turun cukup tebal di sejumlah lokasi.
“Cimanggis nyampe, abunya lumayan tebel juga,” kata seorang warga bernama Misbahudin.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa material vulkanik dari Anak Krakatau dapat terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi.
Jangan Panik, Ikuti Informasi Resmi
Masyarakat Depok dan Bogor diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga sebaiknya mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, PVMBG, BNPB, serta pemerintah daerah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Jika abu mulai turun, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, serta membersihkan abu secara hati-hati agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih terus dipantau menyusul erupsi yang menghasilkan kolom abu hingga ketinggian puluhan ribu kaki.
Karena arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin, masyarakat Depok dan Bogor diminta tetap memantau informasi terbaru mengenai perkembangan erupsi dan kualitas udara di wilayah masing-masing.








