Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Kolom Abu Capai 1.000 Meter

×

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini
Img 20260906 Wa0009
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi, Minggu (6/9/2026) pagi pukul 07.51 WIB. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi terjadi pukul 07.51 WIB dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Sigit Rian Alfian, tinggi kolom abu tersebut setara dengan sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Silakan gulirkan ke bawah

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 102 detik.

Aktivitas tersebut juga dilaporkan Badan Geologi melalui informasi perkembangan aktivitas gunung api pada Minggu pagi. Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Erupsi Terjadi Saat Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Erupsi pagi ini terjadi di tengah aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih cukup tinggi.

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Jawa Timur dan terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Warga Diminta Waspadai Lontaran Material

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Kawasan tersebut dinilai masih berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar.

Selain lontaran material vulkanik, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui lembah maupun sungai yang berhulu di kawasan puncak Semeru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena arah dan intensitas aktivitas erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

Kolom Abu Bergerak ke Arah Timur

Dalam erupsi Minggu pagi, kolom abu Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

Pergerakan abu vulkanik sangat bergantung pada kondisi angin di sekitar gunung. Karena itu, wilayah yang terdampak sebaran abu dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan arah angin.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan instansi terkait, terutama apabila terjadi perubahan arah sebaran abu maupun peningkatan aktivitas vulkanik.

Terjadi Bersamaan dengan Erupsi Anak Krakatau

Erupsi Semeru pada Minggu pagi terjadi di tengah meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia.

Salah satunya adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang juga mengalami erupsi dan menghasilkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.

Aktivitas Anak Krakatau bahkan berdampak terhadap penerbangan setelah abu vulkanik terdeteksi di sejumlah jalur penerbangan dan kawasan bandara.

Kondisi tersebut membuat aktivitas vulkanik beberapa gunung api menjadi perhatian pada hari yang sama.

Namun, erupsi Gunung Semeru dan Gunung Anak Krakatau merupakan aktivitas vulkanik pada dua gunung yang berbeda dan tidak berarti keduanya saling berkaitan.

Masyarakat Diminta Tidak Mendekati Kawasan Berbahaya

Dengan status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Warga juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, BNPB, maupun pemerintah daerah.

Erupsi pada Minggu pagi tercatat berlangsung selama lebih dari satu setengah menit dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Aktivitas Gunung Semeru masih akan terus dipantau untuk melihat perkembangan erupsi, sebaran abu, serta kemungkinan munculnya bahaya ikutan seperti awan panas guguran, guguran lava, maupun lahar.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.