Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar Sekali Sejauh 1,9 Kilometer

×

Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar Sekali Sejauh 1,9 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gn Merapi 17 Agustus
Gunung Merapi melontarkan guguran lava pijar, Senin (17/8/2026). (Foto / Dok. BPPTKG)

Koma.id Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (17/8/2026). Berdasarkan pemantauan terbaru, gunung api tersebut teramati meluncurkan guguran lava pijar sebanyak satu kali ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih.

Guguran lava pijar tersebut memiliki jarak luncur maksimum sekitar 1,9 kilometer. Aktivitas tersebut tercatat dalam pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Silakan gulirkan ke bawah

Aktivitas Merapi tersebut menjadi bagian dari dinamika vulkanik gunung api yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.

Sebelumnya, pada Minggu (16/8), aktivitas Merapi juga menunjukkan adanya guguran lava pijar. Pada periode pengamatan tertentu, lava terpantau meluncur ke arah hulu Kali Krasak serta Kali Sat dan Kali Putih dengan jarak maksimum mencapai 1,9 kilometer.

Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Merapi juga masih menjadi perhatian BPPTKG. Pemantauan pada 16 Agustus mencatat sejumlah gempa guguran, gempa hybrid, gempa vulkanik dangkal, serta gempa tektonik jauh.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa sebelumnya mengatakan intensitas kegempaan pada periode pengamatan terakhir lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, aktivitas vulkanik Merapi masih memerlukan pemantauan karena potensi bahaya tetap ada.

Berdasarkan evaluasi BPPTKG, potensi bahaya Merapi terutama berupa guguran lava dan awan panas yang dapat mengarah ke sejumlah sungai di sektor selatan-barat daya maupun tenggara. Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif juga dapat menjangkau wilayah tertentu di sekitar puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk kawasan potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik serta bahaya lahar, terutama ketika terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.

Dengan status aktivitas yang masih berada pada Level III, masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Merapi diminta mengikuti rekomendasi serta informasi resmi dari BPPTKG dan instansi terkait.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.