KOMA.ID – Bekas Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan bahwa dukungan terhadap anak asuhnya, Anies Rasyid Baswedan masih tetap dikondisikan. Pasalnya, batalnya deklarasi koalisi perubahan yang bertujuan untuk mengusung Anies sebagai Bakal Capres 2024 masih perlu didiskusikan lagi.
“Mereka memang ada beberapa hal yang masih didiskusikan,” kata Jusuf Kalla dikutip dari Detikcom, Minggu (13/11).
Ia menilai bahwa dukungan akan tetap berjalan sebagaimana yang direncanakan. Hanya saja, Jusuf Kalla menilai bahwa persoalan itu hanya urusan waktu saja.
“Ya itu soal waktu saja, soal waktu,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menyebut, bahwa salah satu alasan mengapa deklarasi koalisi yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 10 November batal, karena ada pembahasan yang menyangkut prinsip koalisi politik.
DPR Dukung Usia Pensiun Polisi 60 Tahun
Kepada publik, anggota Komisi II DPR RI tersebut menegaskan bahwa PKS tak ingin ada oligarki yang mencoba ikut mengusung Anies Baswedan pasca dideklarasikan sebagai Capres dari Partai NasDem.

“Kenapa belum deklarasi? Bocoran sedikit, kami lagi lawan oligarki,” kata Mardani Ali Sera di akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera, Sabtu (12/11).
PKS menurut Mardani, tidak ingin ada pemodal yang mencoba kurang ajar ikut mengatur-atur bidak catur koalisi politik tersebut,
“Ini enggak boleh ada pemodal besar yang menguasai kita, makanya kita lagi menggalang format gerakan. Waktunya kapan? In just battle time, tinggal waktunya tapi komitmen membersamai. Mohon doanya,” pungkasnya.
Sekedar diketahui pula, bahwa Partai NasDem sudah menyatakan mendukung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden di Pilpres 2024 mendatang. Deklarasi NasDem ini pun sebagai start politik mereka untuk mencoba membangun koalisi.
Ada dua partai politik yang sudah terang-terangan ikut mendukung, yakni PKS dan Partai Demokrat. Hanya saja, kedua partai politik tersebut memiliki syarat khusus, yakni menjadi tokoh mereka sebagai pendamping Anies. PKS menjagokan Ahmad Heryawan sebagai bakal Cawapres, sementara Partai Demokrat ingin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dipinang jadi bakal calon RI 2.













