Koma.id– Kerumunan manusia tak terkendali dalam konser bisa memicu peristiwa mematikan. Contohnya tragedi kerumunan malam Halloween di disrtik Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022).
Kerumunan ini menyebabkan 149 orang tewas akibat berdesak-desakan.
Pada hari yang sama, di Jakarta juga terjadi overload penonton dalam konser musik ‘berdendang bergoyang’ di Istora Senayan.
Berawal dari gelombang penonton terus berdatangan ke acara konser musik ‘berdendang bergoyang’ di Istora Senayan. Bahkan mencapai 21.000 lebih, di sisi lain kapasitas tampung Stadion Istora Senayan hanya 10.000 orang.
Tidak mau kejadian yang sama seperti di disrtik Itaewon, Polri akhirnya mengambil langkah preventif dengan membubarkan konser musik ‘berdendang bergoyang’.
“Kami menilai bahwa kondisinya sangat tidak memungkinkan, overload atau over kapasitas, saat ini cukup membahayakan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi wartawan.
Penonton Tembus 21.000 Orang, Panitia Hanya Sediakan 1 Tenda Kesehatan
Polisi jauh sebelumnya telah mengambil sikap preventif dengan mengimbau tim panitia acara membatasi jumlah penonton, namun tak dindahkan.
Pihak kepolisian juga meminta panitia menambah tenda fasilitas kesehatan namun juga sama tak digubris. Hanya satu tenda kesehatan saja yang disediakan, padahal ditemukan banyak penonton pingsan dan antre menunggu pertolongan pertama di lokasi.
Tak hanya itu saja, pembangkangan panita masih berlanjut. Konser musik ‘berdendang bergoyang seharusnya berakhir pada pukul 23.00 WIB, tidak diindahkan panita. Mereka terus menjalankan acara melewati batas waktu yang ditentukan.
“Pelanggaran banyak sekali paling fatal over kapasitas, karena mereka kami anggap tidak perhatikan faktor keselamatan dan banyak sekali jalur evakuasi yang tertutup,” jelas nya,” kata Kapolres.













