Koma.id – Ratusan massa melakukan aksi demo damai di kantor DPRD Mimika Papua, mengancam menutup PT. Freeport Indonesia jika Undang-undang Pembentukan Daerah Otonomi Baru Papua Tengah mengesahkan Nabire sebagai ibu kota pronvinsi. 30/6/2022
Berdasarkan pantauan dilapangan ratusan massa mendatangi kantor DPRD Mimika dengan menggunakan mobil dan kedatanganannya dikawal ketat oleh aparat kemanan TNI dan Polri.
“Kami akan tutup Freeport selama-lamanya nanti Freeport tidak akan jalan, jadi ibu kotanya harus di Mimika, iya ini mendesak harus di Mimika karena Mimika sudah kasih makan banyak orang, jadi ibukota harus di Mimika tidak boleh tempat lain, ujar Antonius Beanal, tokoh adat.
Alasan massa meminta Kabupaten Mimika sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah karena Kabupaten Mimika memiliki pendapatan terbesar di Provinsi Papua dan juga Kabupaten Mimika sebagai dapur umum, berbanding terbalik dengan Nabire yang dianggap tidak cocok jadi ibu kota Provinsi Papua Tengah, karena rawan akan gempa dan bukan dari bagian wilayah Meepago serta adat istiadat yang berbeda.












