Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Polri Buka Akses Tiga Wilayah Terisolasi Akibat Gempa Flores

×

Polri Buka Akses Tiga Wilayah Terisolasi Akibat Gempa Flores

Sebarkan artikel ini
Polda Ntt
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolda NTT, Minggu (16/8/2026). (Foto / Istimewa)

Koma.id Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil membuka akses menuju tiga wilayah di Pulau Flores yang sebelumnya terisolasi akibat gempa bumi dan longsor. Terbukanya akses tersebut memungkinkan bantuan logistik dan proses evakuasi warga terdampak kembali dilakukan.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan tiga wilayah tersebut sebelumnya sulit dijangkau karena sejumlah jalur tertutup longsor setelah gempa mengguncang Flores.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tiga wilayah yang sempat terisolasi sudah dibuka aksesnya karena sebelumnya longsor,” kata Rudi di Kupang, Senin (17/8/2026).

Tiga wilayah yang dimaksud yakni Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur; Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai; serta Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Rudi menjelaskan, personel Polri langsung bergerak setelah jalur menuju wilayah tersebut berhasil ditembus. Di Lamba Leda Utara, misalnya, petugas menemukan warga yang membutuhkan pertolongan dan segera menyalurkan makanan, minuman, serta obat-obatan.

Petugas juga mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah bisa diselamatkan,” ujar Rudi.

Sementara di wilayah Reo, Kapolres Manggarai bersama personel kepolisian berhasil membuka akses menuju lokasi terdampak. Setelah jalur dapat dilalui, polisi mendirikan posko serta tenda tanggap darurat untuk membantu masyarakat.

Polda NTT juga mengerahkan personel Brimob untuk menjangkau wilayah yang masih sulit diakses. Petugas kemudian mengevakuasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi dan belum mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah bisa mengevakuasi masyarakat yang terisolasi di sana dan belum mendapat bantuan. Alhamdulillah sudah bisa dievakuasi oleh Brimob,” kata Rudi.

Pembukaan akses tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat pascagempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Dalam kondisi darurat, keterbukaan jalur menjadi sangat penting karena tidak hanya menentukan kelancaran distribusi bantuan, tetapi juga mempercepat evakuasi korban dan mobilisasi tim penyelamat.

Polri bersama TNI, Basarnas, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Sebelumnya, pemerintah juga mengerahkan alat berat untuk membantu membuka jalur yang tertutup longsor agar bantuan dapat menjangkau masyarakat.

Rudi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila masih terdapat warga terdampak yang belum mendapatkan bantuan atau membutuhkan evakuasi. Laporan tersebut akan didata dan ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Polda NTT juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di tengah situasi bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kepanikan sekaligus memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan efektif.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.