Koma.id | Klaten – Ratusan liter minyak goreng merek Minyakita yang terindikasi berbau solar dalam program bantuan pangan pemerintah ditarik dari peredaran dan diganti sepenuhnya oleh produsen PT Kusuma Mukti Remaja (KMR). Investigasi penyebab masih berlangsung, dengan sampel minyak bermasalah dikirim ke Laboratorium Sucofindo Semarang.
- Penyebab dugaan: Kontaminasi silang dengan bahan bakar atau kesalahan mesin pengemasan/tangki penyimpanan pabrik.
- Risiko kesehatan: Solar beracun jika tertelan, dapat menimbulkan mual, pusing, hingga iritasi pencernaan.
- Uji laboratorium: Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam 1–2 pekan.
Alissa Wahid Bantah PBNU Punya Dapur MBG
Direktur PT KMR, Joko Mukti Wijaya, menegaskan seluruh minyak goreng bermasalah langsung ditarik dan diganti sesuai jumlah bantuan yang diterima warga.
“Begitu ada keluhan, kami segera menindaklanjutinya. Produk kami tarik kembali dan ditukar dengan yang baru. Jadi, jika ada keluhan di lapangan, H+1 sudah kami ganti,” ujarnya di Desa Prawatan, Klaten, Rabu (24/6/2026).
Joko memastikan prosedur produksi selama ini sesuai ketentuan, dan perusahaan siap menanggung layanan kesehatan bila ada warga terdampak. Minyak bermasalah akan diolah menjadi used cooking oil untuk industri.
Respons Pemerintah dan Bulog
- DKPP Klaten melaporkan temuan minyak berbau solar di 13 desa Kecamatan Jogonalan dan Wedi.
- Bulog Surakarta memastikan koordinasi intensif dengan produsen agar kasus tidak terulang.
- Kepala Desa Prawatan, Sabiq Muhammad, menyebut ada 667 penerima manfaat di desanya. Sebagian minyak sudah digunakan warga, sebagian belum dibuka.
Beberapa penerima manfaat melaporkan batuk setelah mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak bantuan tersebut. Namun, hingga kini belum ada laporan warga harus dirawat di rumah sakit.
Di Kelurahan Lalung, Karanganyar, sebanyak 947 penerima bantuan pangan mengembalikan minyak goreng bermasalah dan langsung menerima penggantian. Lurah Lalung, Farid Teguh Prabowo, memastikan tidak ada lagi keluhan setelah penukaran.
Pimpinan Cabang Bulog Solo, Nanang Harianto, menegaskan produsen berkomitmen mengganti seluruh minyak bermasalah.
“Langkah ini diambil demi menjamin keamanan pangan yang diterima masyarakat. Seluruh produk yang bermasalah telah diganti oleh produsen,” katanya, Kamis (25/6).
Langkah yang Harus Dilakukan Warga
- Jangan gunakan minyak berbau solar untuk memasak.
- Laporkan atau kembalikan ke pihak kelurahan/RT/RW atau Bulog.
- Simpan bukti kemasan dan struk pembelian untuk pelaporan.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah dan produsen. Investigasi laboratorium akan menentukan penyebab pasti kontaminasi, sementara seluruh minyak goreng bermasalah telah diganti 100 persen untuk menjamin keamanan pangan masyarakat.








