Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Bertahan di Teluk Arab

Views
×

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Bertahan di Teluk Arab

Sebarkan artikel ini
Img 20260330 Wa0009
Ilustrasi kapal PT. Pertamina dan Subholding Pertamina Patra Niaga. (Foto Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI / Koma.id)

Koma.id PT Pertamina (Persero) mengungkapkan dua kapal tanker milik perusahaan saat ini masih bertahan di Teluk Arab, di tengah mulai dibukanya jalur pelayaran Selat Hormuz. Kedua kapal itu yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang merupakan milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

“Saat ini dua kapal PIS masih berada di kawasan Teluk Arab dan dalam kondisi aman,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, Rabu (24/6/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menuturkan, Pertamina menyambut setiap perkembangan positif di kawasan Timur Tengah, yang mana konflik semakin mereda. Termasuk pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Namun, perusahaan belum dapat memastikan kapan kedua kapal akan melintasi Selat Hormuz. Menurut Baron, keputusan operasional kapal ditentukan berdasarkan hasil asesmen risiko terkini.

“Terkait rencana melintasi Selat Hormuz, keputusan operasional akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen risiko terkini, rekomendasi otoritas terkait,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Selain itu, perusahaan serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, otoritas setempat, dan mitra internasional guna memastikan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional armada.

Menurut dia, aspek keselamatan dan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional yang diambil.

“Pertamina tetap mengedepankan aspek keselamatan awak kapal dan keamanan asset sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” ucap Baron.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang di Timur Tengah yang dimulai sejak akhir Februari 2026 lalu.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mulai mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar di Selat Hormuz. Operasi evakuasi dilakukan melalui kerja sama erat dengan Iran, Oman, negara-negara pesisir di kawasan tersebut, Amerika Serikat, serta industri maritim.

Mengutip Reuters, sejumlah kapal tercatat sudah berhasil melewati Selat Hormuz. Data pelacakan kapal menunjukkan 3 kapal tanker raksasa yang sebelumnya terjebak berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa (23/6/2026).

Selain itu, 7 kapal tanker gas alam cair (LNG) yang terkait dengan Qatar juga telah memasuki kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.