Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Aksi Cepat Polisi Tuai Apresiasi, Praktik Curang BBM Subsidi di Prabumulih Berhasil Dibongkar

Views
×

Aksi Cepat Polisi Tuai Apresiasi, Praktik Curang BBM Subsidi di Prabumulih Berhasil Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Aksi Cepat Polisi Tuai Apresiasi, Praktik Curang BBM Subsidi di Prabumulih Berhasil Dibongkar
Ilustrasi BBM.

Koma.id, PRABUMULIH – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Polres Prabumulih di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih Barat, pada Kamis (9/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial N (22) yang diduga melakukan pembelian BBM bio solar secara berulang di sejumlah SPBU dengan metode terorganisir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum tersebut.

“Pertamina mendukung upaya penegakan hukum oleh Kepolisian dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal ini menjadi perhatian bersama mengingat BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rusminto dalam keterangan resmi, Minggu (12/4).

Ia menambahkan, Pertamina terus berkomitmen menjaga penyaluran energi bersubsidi agar tepat sasaran dengan menginstruksikan seluruh lembaga penyalur untuk mematuhi regulasi yang berlaku serta memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

Pengawasan tersebut dilakukan secara berlapis, mulai dari pemantauan langsung hingga penggunaan CCTV di SPBU. Selain itu, Pertamina juga menerapkan sistem digital melalui QR Code dalam Program Subsidi Tepat guna meningkatkan transparansi distribusi BBM.

“Bagi masyarakat yang menemukan adanya indikasi penggunaan barcode oleh pihak lain, kami mengimbau untuk segera melakukan reset ulang barcode yang digunakan agar tidak dapat disalahgunakan,” jelasnya.

“Kami juga mengingatkan agar barcode disimpan dengan baik, tidak disebarluaskan, serta proses pendaftaran dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri guna mencegah potensi penyalahgunaan,” sambung Rusminto.

Lebih lanjut, Pertamina menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terdapat pelanggaran, baik oleh lembaga penyalur maupun pihak lain yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM subsidi.

Sebagai bentuk pengawasan bersama, masyarakat juga diajak aktif melaporkan indikasi penyalahgunaan melalui Pertamina Contact Center 135 atau kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam distribusi BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.