Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Patron Angkat Topi! Polri Dinilai Berhasil Tekan Peredaran Narkoba

Views
×

Patron Angkat Topi! Polri Dinilai Berhasil Tekan Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini
Muannas
Direktur eksekutif KPMH, Habib Muannas Alaidid.

Koma.id, JAKARTA – Ketua Umum Patriot Anti-Narkoba (Patron), Muannas Alaidid, mengapresiasi upaya masif Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberantas peredaran narkoba di Tanah Air.

Menurut Muannas, keberhasilan yang ditunjukkan Polri bukan sekadar terlihat dari angka pengungkapan kasus maupun nilai barang bukti, tetapi juga mencerminkan perlindungan terhadap masa depan bangsa.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pemberantasan narkoba pada dasarnya adalah upaya melindungi masa depan bangsa. Ketika negara mampu menggagalkan peredaran sebelum menyentuh masyarakat, itu bukan hanya soal hukum, tapi soal memastikan generasi terbaik kita tidak hilang,” ujar Muannas, Minggu (12/4).

Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, upaya pemberantasan narkoba menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Setiap pengungkapan kasus dinilai memiliki dampak besar dalam menyelamatkan generasi muda, menjaga keutuhan keluarga, serta memperkuat ketahanan sosial.

Muannas juga menyoroti semakin kompleksnya ancaman narkoba yang kini melibatkan jaringan lintas negara, memanfaatkan jalur laut, jasa ekspedisi, hingga transaksi digital dan laboratorium tersembunyi. Dalam kondisi tersebut, peningkatan jumlah pengungkapan kasus justru menunjukkan efektivitas sistem deteksi dan penindakan yang dijalankan aparat.

“Kalau angka pengungkapan terus meningkat, itu berarti negara tidak tinggal diam. Sistem deteksi dan penindakan bekerja semakin efektif,” jelasnya.

Data menunjukkan, sejak 2021 hingga 2025, jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap Polri terus meningkat. Pada 2021 tercatat 19.229 kasus, kemudian melonjak menjadi 48.592 kasus pada 2025, dengan total estimasi penyelamatan mencapai lebih dari 219 juta jiwa.

Selain itu, nilai barang bukti yang berhasil diamankan ditaksir mencapai lebih dari Rp85 triliun. Bahkan, jika memperhitungkan dampak sosial seperti biaya kesehatan dan kerugian ekonomi, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan menembus Rp200 triliun.

“Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa dihitung hanya dengan rupiah. Yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Uang punya nilai, tapi masa depan generasi tidak bisa ditakar dengan angka,” tegas Muannas.

Sementara itu, komitmen pemerintah dalam perang melawan narkoba juga terlihat dari keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam agenda strategis nasional, termasuk pemusnahan barang bukti narkoba bersama jajaran Polri di Mabes Polri pada Oktober 2025.

Muannas menilai, pendekatan yang diterapkan Polri saat ini sudah sistematis dan terukur, tidak hanya melalui penindakan terhadap jaringan besar, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui program desa anti-narkoba.

Dengan berbagai langkah tersebut, ia berharap upaya pemberantasan narkoba dapat terus diperkuat guna menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman yang semakin kompleks.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.