Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Haedar Nashir: Padepokan Tapak Suci Jadi Simbol Kemandirian Muhammadiyah dan Kawah Candradimuka Kader Bangsa

Views
×

Haedar Nashir: Padepokan Tapak Suci Jadi Simbol Kemandirian Muhammadiyah dan Kawah Candradimuka Kader Bangsa

Sebarkan artikel ini
Pengajian Akbar Tapak Suci
Pengajian akbar pembangunan Padepokan Tapak Suci di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.

KOMA.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah bukan sekadar proyek infrastruktur organisasi, melainkan simbol nyata kemandirian Muhammadiyah dalam membangun peradaban, mencetak kader unggul, dan memperkuat karakter generasi muda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Haedar saat menghadiri Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Haedar, semangat kemandirian telah menjadi DNA Muhammadiyah sejak organisasi itu berdiri lebih dari satu abad lalu. Karena itu, setiap pembangunan yang dimulai Muhammadiyah selalu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

“Di Muhammadiyah tidak ada istilah setelah peletakan batu pertama kemudian berhenti. Mesti ketika batu pertama diletakkan, itu tidak lama kemudian dalam proses membangun yang wajar, bangunan itu akan berdiri,” kata Haedar Nashir.

Ia menjelaskan bahwa kemandirian yang dibangun Muhammadiyah bukan berarti berjalan sendiri. Sebaliknya, Muhammadiyah terus mengembangkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa untuk memperluas pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat hingga ke wilayah tertinggal.

Tapak Suci Disiapkan Jadi Pusat Pembinaan Generasi Berkarakter

Dalam pandangannya, pembangunan Padepokan Tapak Suci memiliki makna strategis karena akan menjadi pusat pembinaan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kokoh.

Haedar menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, diperlukan ruang pembinaan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, kesehatan fisik, serta kekuatan akhlak dan keimanan.

“Kita membangun fisik, membangun mental berbasis iman dan akhlak. Ada istilah aqlus salim wa jinsus salim, yakni akal budi yang jernih dan saleh, tapi juga fisik yang sehat dan selamat,” ujarnya.

Menurutnya, konsep pembangunan manusia yang dikembangkan Muhammadiyah selalu menempatkan manusia sebagai pribadi yang utuh, bukan hanya unggul dalam aspek akademik tetapi juga memiliki karakter dan daya tahan menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, Tapak Suci dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha agar mampu bersaing secara global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Tapak Suci Kian Mendunia, Hadir di 24 Negara

Haedar juga menyoroti perkembangan Tapak Suci yang kini telah menjangkau berbagai belahan dunia. Organisasi seni bela diri yang lahir dari rahim Muhammadiyah tersebut disebut telah berkembang di 24 negara dan diterima oleh masyarakat lintas latar belakang.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Tapak Suci bukan hanya organisasi pencak silat, tetapi juga wadah pengembangan sumber daya manusia sekaligus sarana memperkuat relasi sosial yang inklusif.

“Tapak Suci menjadi lembaga pengembangan SDM dan lembaga untuk membangun relasi yang inklusif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Tapak Suci harus terus diarahkan menjadi sarana memperkuat persatuan, memperluas dakwah berkemajuan, serta membangun karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan religius.

Muhammadiyah Pilih Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Haedar kembali menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkomitmen membantu menyelesaikan persoalan bangsa tanpa terjebak dalam kepentingan politik praktis.

Menurutnya, Muhammadiyah akan terus berperan sebagai kekuatan sosial yang konstruktif, memberikan solusi bagi masyarakat sekaligus menyampaikan kritik yang objektif terhadap berbagai kebijakan publik.

Menutup pidatonya, Haedar mengajak seluruh kader Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan nasional serta menghindari budaya kebencian yang semakin marak di ruang digital.

Ia berharap Muhammadiyah, termasuk melalui Tapak Suci, dapat terus menjadi kekuatan pencerah yang menghadirkan optimisme dan semangat kebersamaan di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

“Jika kita membangun dengan kasih sayang seperti seorang ibu, di situlah berkah Allah akan turun. Muhammadiyah harus terus menjadi kekuatan yang memajukan dan menyatukan bangsa, dan Tapak Suci adalah tempatnya,” pungkas Haedar Nashir.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB IPSI yang juga Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Afnan Hadikusumo, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, anggota DPR RI Totok Daryanto dan Danang Wicaksono, serta ratusan pendekar dan kader Tapak Suci dari berbagai daerah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.