Koma.id | Jakarta – Deru mesin jahit yang selama ini menemani keseharian Martini (83) akhirnya berganti dengan gema takbir penuh haru. Setelah puluhan tahun menabung dari hasil menjahit, Martini kini resmi berangkat menunaikan ibadah haji bersama ratusan jemaah asal DKI Jakarta.
Martini, yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit, menuturkan bahwa setiap rupiah yang ia simpan dari ongkos menjahit adalah doa yang ditenun bersama benang-benang harapan.

“Rasanya seperti mimpi. Allah membayar semua jerih payah saya dengan undangan ke Baitullah,” ucapnya dengan suara bergetar. Selasa (19/05)
Pembina KBIHU Sya’airullah, Ir. H. Uum Komaruddin, menyampaikan rasa syukur atas keteguhan para jemaah. Menurutnya, keberangkatan rombongan calon haji adalah bukti nyata bahwa niat tulus selalu menemukan jalannya.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengawal jemaah, memastikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci berjalan lancar, khidmat, dan pulang membawa predikat haji mabrur,” ujarnya penuh optimisme.
Air mata syukur tak terbendung saat calon jamaah haji melangkah menuju bus yang akan membawanya ke bandara, menutup penantian panjang penuh kesabaran.
Suasana haru menyelimuti seiring bus bergerak meninggalkan halaman kantor Kementerian Agama, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Doa dan tangis syukur keluarga melepas kepergian mereka, mengiringi langkah para jemaah menuju perjalanan paling suci dalam hidup.







