KOMA.ID, NGANJUK – Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membangun rasa percaya diri dan optimisme nasional di tengah berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih bangsa sendiri.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menilai bangsa Indonesia terlalu lama dianggap lemah oleh negara lain, bahkan kerap merendahkan kemampuan sendiri dibanding bangsa asing.
“Bangsa Indonesia sudah terlalu lama dianggap remeh oleh bangsa-bangsa lain. Kita dianggap bangsa yang lemah, the soft state, kita lemah,” ujar Prabowo.
Menurutnya, mentalitas rendah diri tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga pernah menjangkiti kalangan elite, pejabat, intelektual, hingga pengusaha nasional.
“Kita terlalu lama, pemimpin-pemimpin kita, pejabat-pejabat kita, tokoh-tokoh kita, bahkan profesor-profesor kita, intelektual-intelektual kita, pengusaha-pengusaha kita, terlalu lama mengidap semacam rasa rendah diri,” katanya.
Prabowo mengatakan, banyak pihak di Indonesia cenderung lebih kagum terhadap segala sesuatu yang berasal dari luar negeri, namun justru meragukan kemampuan bangsa sendiri.
“Kalau lihat semua yang berbau atau berasal dari luar, asing dan sebagainya, kita condong kagum, lebih segan. Tapi semua yang dari bangsa sendiri, kita condong tidak percaya,” tegasnya.
Padahal, menurut Prabowo, Indonesia telah membuktikan mampu mencatat berbagai prestasi besar, termasuk dalam sektor pangan dan pembangunan ekonomi berbasis desa.
Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih hanya dalam waktu tujuh bulan. Bahkan secara fisik, lebih dari 9.000 gedung, gudang, dan sistem koperasi telah disiapkan di berbagai daerah.
“Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung keberhasilan percepatan swasembada pangan nasional yang menurutnya bukan pekerjaan ringan mengingat Indonesia harus menjamin kebutuhan pangan bagi 287 juta rakyat.
“Kita berhasil swasembada pangan. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan,” katanya.
Ia mengungkapkan target swasembada pangan yang semula dirancang dalam empat tahun bahkan berhasil dipercepat hanya dalam waktu satu tahun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan dirinya siap memikul tanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Saya sebagai presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab,” pungkas Prabowo.













