Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

Bareskrim Kembangkan Jaringan Narkoba Libatkan Oknum Polisi

Views
×

Bareskrim Kembangkan Jaringan Narkoba Libatkan Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso

Koma.id | Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri turun tangan mem-back up penanganan kasus yang menjerat Kepala Satuan Narkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna. Perwira polisi tersebut ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Silakan gulirkan ke bawah

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa penanganan perkara tetap dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim, namun Bareskrim melakukan asistensi untuk kepentingan pengembangan jaringan.

“Penanganan kasus tersebut oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim akan dilakukan pemantauan secara intensif oleh jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujarnya, Sabtu (16/05).

AKP Yohanes diamankan awal Mei 2026. Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yuliyanto, membenarkan penangkapan tersebut.

“Yang bersangkutan diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim,” katanya. Namun, ia menegaskan dugaan kasus yang menjerat Yohanes tidak terkait dengan kasus narkoba di Kutai Barat.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan oknum polisi dalam peredaran narkoba. Sebelumnya, mantan Kapolres Bima Didik Putra Kuncoro dan Kasat Narkoba Polres Bima Malaungi ditangkap atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koh Erwin.

Selain itu, eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang, juga ditangkap atas dugaan keterlibatan dengan jaringan bandar Ishak. Kasus tersebut kini resmi diambil alih oleh Bareskrim setelah ditemukan fakta baru mengenai peran Deky dalam operasional bisnis narkoba sindikat tersebut.

Brigjen Eko menegaskan, asistensi Bareskrim bertujuan memperkuat pengembangan penyidikan jaringan narkoba yang melibatkan aparat.

“Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan melakukan back up penanganan kasus tersebut untuk kepentingan pengembangan kasus,” tegasnya.

Dengan keterlibatan sejumlah perwira dalam kasus narkoba, Polri kini menghadapi tantangan serius dalam menegakkan disiplin internal sekaligus memberantas peredaran narkotika di daerah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.