Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HajiOpini

Sri Wahyuningsih & Aan Dwi Puantoro: Obrolan Hangat di Podcast Umrah Musim Dingin

Views
×

Sri Wahyuningsih & Aan Dwi Puantoro: Obrolan Hangat di Podcast Umrah Musim Dingin

Sebarkan artikel ini
Sri Wahyuningsih & Aan Dwi Puantoro: Obrolan Hangat di Podcast Umrah Musim Dingin

Koma.id | Jakarta – Musim dingin di Tanah Suci selalu menghadirkan nuansa berbeda bagi jamaah umroh asal Indonesia. Pada Januari hingga Februari 2026, suhu malam hari di Makkah dan Madinah diperkirakan turun hingga 10–15 derajat Celsius. Bagi sebagian jamaah, udara sejuk ini menjadi tantangan, namun di balik dinginnya cuaca, kehangatan ibadah tetap menyelimuti setiap langkah.

Di tengah atmosfer yang khas itu, Hj. Sri Wahyuningsih dari Travel Duta Mulia berbagi pengalaman sekaligus catatan penting agar jamaah tetap nyaman. Sosok yang telah berulang kali mendampingi perjalanan spiritual ke Tanah Suci ini menekankan bahwa cuaca dingin tidak boleh mengurangi semangat ibadah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Jamaah perlu mempersiapkan diri dengan perlengkapan yang sesuai agar tetap sehat dan khusyuk,” ujarnya, Sabtu (17/01).

Sri Wahyuningsih menekankan perlengkapan sederhana namun vital yakni penutup kepala, pakaian berlapis, syal, sarung tangan, dan kaus kaki. Obat-obatan pribadi juga tak boleh terlupa, begitu pula termos untuk minuman hangat yang bisa menjaga stamina.

Selain itu, ia mengingatkan agar jamaah mengatur waktu ibadah sesuai kondisi tubuh, terutama saat tawaf dan sai yang membutuhkan energi ekstra. Pola makan dan istirahat yang cukup menjadi kunci agar tubuh tetap fit sepanjang perjalanan.

Dalam podcast terbaru bersama jurnalis senior Aan Dwi Puantoro, Sri Wahyuningsih menekankan bahwa perjalanan umrah bukan sekadar soal fisik, namun bagaimana jamaah bisa tetap fokus pada ibadah meski cuaca dingin menusuk.

“Dingin di luar, tapi hati jamaah tetap hangat karena bisa beribadah langsung di Tanah Suci,” tutur Sri Wahyuningsih.

Podcast tersebut menjadi ruang refleksi, bukan hanya tentang tips praktis, tetapi juga tentang makna perjalanan spiritual. Kesiapan fisik dan pemahaman lapangan memang penting, namun kesiapan jiwa adalah inti dari perjalanan.

Musim dingin di Tanah Suci menghadirkan pengalaman unik yakni udara sejuk yang menuntut persiapan ekstra, namun juga memberi kesempatan jamaah untuk merasakan ibadah dengan nuansa berbeda. Di balik dingin yang menusuk, ada kehangatan doa, kebersamaan, dan rasa syukur yang mengalir.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.