Koma.id | Surabaya – Kapal selam tanpa awak buatan PT PAL Indonesia, KSOT-002, sukses menjalani uji tembak perdana torpedo di Perairan Dermaga Madura, Surabaya, Jawa Timur. Uji coba ini dipantau langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod.
Dalam uji tembak tersebut, torpedo berwarna oranye dipasang di lambung kapal selam oleh tim teknisi dan penyelam PT PAL. Setelah dilepas dari dermaga, KSOT-002 dikendalikan melalui Autonomous Submarine Command Center dan berhasil meluncurkan torpedo ke dalam laut tanpa sasaran tembak.
Menhan Sjafrie menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut memantau jalannya uji coba secara virtual.
“Hari ini Presiden mengikuti langsung melalui teknologi komunikasi. Ini merupakan peluncuran perdana KSOT dan penembakan perdana torpedo buatan anak bangsa,” ujar Sjafrie seusai uji tembak.

Polemik Kabar Ancaman Somasi ke Ocha
Keberhasilan uji coba tersebut mendorong Kementerian Pertahanan untuk memesan 30 unit KSOT guna memperkuat pengamanan titik-titik strategis di perairan nasional. “Kita perlu 30 kapal selam autonomous untuk menjaga choke point yang ada di perairan nasional kita,” tegas Sjafrie.
KSAL Laksamana Muhammad Ali menambahkan bahwa kapal selam ini akan dilengkapi sensor agar torpedo dapat mencari sasaran secara otomatis.
“Setelah keluar dari peluncur, torpedo akan menjalankan operasi sendiri untuk mencari sasaran,” jelasnya.
KSOT merupakan alutsista berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh PT PAL Indonesia. Dengan keberhasilan ini, Indonesia menjadi negara keempat di dunia yang mampu memproduksi kapal selam tanpa awak, setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.
Uji tembak KSOT juga menjadi bagian dari evaluasi teknis untuk penyempurnaan desain dan performa sebelum diproduksi massal. Pemerintah menargetkan seluruh unit KSOT siap digunakan oleh TNI AL mulai tahun depan.








