Koma.id – Suasana di kawasan Pasar Barito, Kebayoran Baru, berubah tegang pada Senin (27/10) sore. Sejumlah pedagang melakukan aksi protes setelah kios-kios mereka dibongkar oleh pemerintah kota.
Aksi spontan itu melibatkan pembakaran ban di simpang Jalan Barito sebagai bentuk penolakan terhadap pembongkaran tanpa kepastian relokasi.
Pembongkaran kios tersebut dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta Selatan sebagai bagian dari penertiban dan pengosongan lahan di sekitar Pasar Barito. Pedagang merasa langkah tersebut dilakukan secara sepihak, dan relokasi tempat usaha pengganti belum jelas.
Penertiban kios-kios dilakukan pagi hari sejak pukul 05.00 WIB dengan melibatkan Satpol PP dan aparat gabungan.
Pada pukul 07.30 WIB, kios banyak yang telah dibongkar, dan pedagang mengepung lokasi serta menuntut kejelasan.
Sejumlah pedagang kemudian menutup perempatan Taman Ayodya dan memblokir jalan sebagai bentuk protes.
Kuasa hukum pedagang menyampaikan bahwa mereka sudah membayar retribusi, tapi merasa diberlakukan tak adil karena pembongkaran dan relokasi yang dianggap tidak layak.
Tuntutan utama dari pedagang mencakup: penghentian pembongkaran yang dilakukan tanpa dialog memadai, kejelasan lokasi relokasi yang layak secara akses dan kondisi, dan kompensasi/solusi bagi kerugian yang timbul.
Pembongkaran ini terkait dengan rencana pembangunan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut — proyek Taman Bendera Pusaka yang bertujuan menggabungkan tiga taman (Leuser, Ayodya, Langsat).
Pemerintah menyebut relokasi pedagang Barito akan dilakukan ke Sentra Fauna di Lenteng Agung.
Wali Kota Jakarta Selatan / pejabat Pemkot menyatakan telah melayangkan surat peringatan kepada pedagang dan menyiapkan lokasi relokasi.
Sementara itu, sebagian pedagang menyebut lokasi relokasi belum cocok karena khawatir usahanya tidak akan laku dan fasilitas mendukung kurang memadai.
Beberapa pedagang dilaporkan mengalami kerugian emosional dan materiil. Ada tangis di lokasi pembongkaran pasar. Aksi bakar ban menjadi simbol kemarahan spontan terhadap kebijakan yang mereka nilai tidak manusiawi.













