Koma.id | Kuala Lumpur – Setelah penantian selama 14 tahun, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pengukuhan dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
Deklarasi keanggotaan Timor Leste disahkan melalui dokumen resmi bertajuk ASEAN Leaders’ Statement on The Application of Timor-Leste for ASEAN Membership, yang ditandatangani oleh seluruh kepala negara anggota, termasuk Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.
“Peranannya di sini melengkapi keluarga besar ASEAN, menegaskan kembali takdir bersama kita dan rasa kekerabatan regional yang mendalam,” ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pidatonya.
Dengan bergabungnya Timor Leste, ASEAN kini beranggotakan 11 negara, meliputi seluruh kawasan Asia Tenggara. Ini merupakan ekspansi pertama organisasi sejak Kamboja bergabung pada 1999.
Timor Leste pertama kali mengajukan permohonan keanggotaan pada 2011. Setelah melalui proses penilaian panjang terhadap kesiapan ekonomi, politik, dan administratif, negara berpenduduk 1,3 juta jiwa itu memperoleh status pengamat pada 2022, sebelum akhirnya diterima sebagai anggota penuh tahun ini.
Keputusan tersebut juga menjadi puncak dari kepemimpinan Malaysia di ASEAN tahun 2025. Filipina dijadwalkan mengambil alih kursi Ketua ASEAN mulai 1 Januari 2026, dengan upacara serah terima berlangsung pada 28 Oktober mendatang.
Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyambut baik keputusan tersebut. Dalam wawancara di sela KTT, ia menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadapi tantangan integrasi regional.
“Kami tahu ini baru awal dari pekerjaan besar. Tapi kami akan membuktikan bahwa kami mampu,” ujarnya.
Saat ini, Timor Leste telah meratifikasi 84 perjanjian ASEAN dan menerjemahkan 91 instrumen hukum ke dalam bahasa Tetum dan Portugis. Program pelatihan pegawai negeri juga terus digulirkan dengan dukungan ASEAN Secretariat dan Asian Development Bank.
Keanggotaan penuh Timor Leste diharapkan memperkuat kerja sama kawasan di bidang ekonomi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen ASEAN terhadap inklusivitas dan solidaritas regional.









