Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaPolitik

Ucapan AHY Bukan Sekadar Normatif tapi Pesan Politik Jelang 2029

×

Ucapan AHY Bukan Sekadar Normatif tapi Pesan Politik Jelang 2029

Sebarkan artikel ini
Agus Harimurti Yudhoyono Ahy

Koma.id Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, memberikan tanggapan atas pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyampaikan bahwa kekuasaan itu sifatnya tidak abadi dan hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu. Pernyataan itu di banyak pihak dibaca sebagai isyarat kesiapan AHY menjadi calon peserta Pemilihan Presiden 2029.

Menurut Deddy, ucapan tersebut sekaligus dapat dimaknai sebagai pesan politik yang ditujukan kepada pemerintahan yang sedang berjalan.

Silakan gulirkan ke bawah

Pada awalnya, Deddy menuturkan pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang terbatas waktu sejauh ini dapat dipahami sebagai hal yang wajar secara kaidah kenegaraan. Namun mengingat disampaikan dalam sebuah pidato politik, maka maknanya bisa menjangkau lebih jauh dari sekadar pengertian umum.

 

“Menurut saya pernyataan AHY ‘bahwa kekuasaan tidak selamanya dan berbatas waktu’ bisa ditafsir sebagai sesuatu yang normatif dan biasa saja. Kalau cara pandangnya normatif tentu tidak ada yang harus dipersoalkan. Tetapi masalahnya adalah bahwa itu adalah pidato politik dan tentu punya konteks dan tujuan politik tertentu pula,” ungkap Deddy dikutip.

Deddy memperkirakan pidato tersebut dapat ditujukan baik kepada sesama partai koalisi maupun kepada lembaga-lembaga dalam lingkup pemerintahan. Ia pun menduga kemungkinan di dalamnya terkandung sinyal ketidakpuasan yang dirasakan AHY terhadap kondisi yang terjadi di dalam pemerintahan saat ini.

“Dari sudut pandang politik, pernyataan itu sangat mungkin ditafsir sebagai pesan kepada koalisi, institusi atau lembaga pemerintahan. Kalau ini yang dijadikan sudut pandang maka patut diduga ada ketidakpuasan yang dirasakan oleh AHY terhadap situasi internal pemerintahan atau institusi/lembaga tertentu,” ujarnya.

Selain itu, pernyataan itu juga dapat dibaca sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan Pemilu 2029. Deddy menilai hal itu bisa berupa ajakan kepada seluruh elemen koalisi pemerintahan untuk mulai menyusun langkah strategis menyongsong pemilu mendatang. Bukan tertutup kemungkinan juga sebagai peringatan kepada Presiden bahwa AHY dan Partai Demokrat turut diperhitungkan dalam persaingan politik kelak.

“Dari sudut pandang kontestasi politik, bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029. Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan khusus kepada Presiden agar menghitung AHY/Demokrat dalam kontestasi pemilu yang akan datang,” paparnya.

Meski demikian, Deddy mengingatkan bahwa untuk benar-benar maju sebagai calon presiden pada 2029, AHY masih harus menempuh perjalanan yang tidak mudah. Hal itu terlihat dari berbagai hasil survei yang belum menempatkannya pada posisi dengan dukungan yang kuat.

“Saat ini kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden mengalami tren yang menurun. Sangat bisa dipahami jika kemudian AHY/Demokrat menyimpulkan sekarang ini sebagai momentum yang tepat untuk masuk dalam kancah pertarungan politik menuju 2029. Terlebih melihat rilis hasil survei berbagai lembaga yang belum menunjukkan dukungan yang kuat kepada AHY dan Demokrat,” paparnya.

Sementara itu, Deddy menyampaikan bahwa pihaknya belum ingin terburu-buru membahas persaingan Pemilu 2029. Menurutnya, sisa masa jabatan pemerintahan masih cukup panjang, sehingga pembicaraan mengenai kontestasi pemilu terasa terlalu dini.

“Pemilu masih jauh, kita memilih fokus pada kerja-kerja konkret bagi rakyat dan konsolidasi partai secara berkelanjutan. Menurut kami terlalu pagi untuk bicara kontestasi pilpres atau pemilu saat usia pemerintahan bahkan belum mencapai setengah periode. Kami juga lebih percaya kekuatan kolektif partai dan dukungan akar rumput dari pada sekadar elektabilitas calon,” tutupnya.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.