KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyayangkan isu yang beredar di media sosial, soal tidak dijabat tangannya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden RI ke 6 Jenderal TNI (purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di tengah-tengah acara HUT 80 TNI di Monas, Gambir, Jakart Pusat pada hari Minggu, 5 Oktober 2025 lalu.
Menurutnya, ada pihak yang sengajak melakukan test on the water atau test of wave di tengah gejolak yang saat ini tengah dialami oleh Kapolri dan institusi Kepolisian Republik Indonesia.
“Saya menduga ada yang sedang manuver, ada yang lagi coba-coba mengadu domba Kapolri semua semua pihak, termasuk dengan Pak SBY,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Ia menilai narasi negatif yang dialamatkan kepada Kapolri tak lepas dari agenda reformasi dan transformasi Polri yang saat ini bergulir di internal Kepolisian, maupun yang sedang digarap oleh pemerintah pusat.
Sehingga dengan demikian, ada upaya untuk melemahkan Listyo Sigit Prabowo sebagai pucuk pimpinan di institusi Bhayangkara tersebut agar sedikit goyah dan mudah untuk dicongkel dari jabatannya saat ini.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa ini masuk pada agenda itu. Saya kira ini bagian dari ujian Pak Listyo, apakah terpancing dengan isu ini lalu reaktif, atau tidak. Yang jadi soal karena ini sudah dimainkan di media sosial, saya kira banyak masyarakat sudah terpapar,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar masyarakat tidak reaktif dan lebih memilih untuk bijak menyikapi manuver politik dari pihak-pihak tertentu, untuk memecah suasana dan mengganggu stabilitas nasional.
“Semoga masyarakat kita waras, tidak mudah terprovokasi dan ikut diadu domba. Biarkan para elite itu menyelesaikan persoalannya. Kaitan reformasi Polri sudah digagas, kita tinggal tunggu hasilnya sembari tetap kita awasi, tho,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa beredar video SBY berjalan menyalami sejumlah pejabat tinggi TNI di panggung HUT 80 TNI di Monas. Namun saat melintas di depan Listyo, SBY seolah melewatinya begitu saja.
Video tersebut menjadi viral dan telah berubah jadi narasi negatif yang dialamatkan kepada keretakan hubungan antara SBY dan Listyo Sigit. Padahal di momentum yang sama, keduanya pun tertangkap kamera sedang mengobrol santai bersama.













