Koma.id– Reuni Angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri Presiden Joko Widodo memantik sorotan tajam publik. Momen yang berlangsung di tengah menguatnya isu dugaan ijazah palsu Jokowi itu dinilai sejumlah pihak sebagai upaya pengalihan isu dan dinarasikan sebagai reuni settingan.
Peneliti politik senior Profesor Ikrar Nusa Bhakti menyebut reuni itu abal-abal. Saat hadir, Jokowi tidak memakai seragam, seperti peserta lainnya. Selain itu, lazimnya reuni tentu pesertanya akan saling mengenal dan bernostalgia.
Sementara budayawan dan pejuang kebudayaan Betawi, Mathar Ibnu Kamal meminta UGM tidak bungkam, dan segera bersuara soal kontroversi reuni yang dihadiri Jokowi. Mathar juga mendorong UGM buka-bukaan soal jurusan dari fakultas yang ada.







