Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahEkonomi

Kemensos Gandeng Kampus untuk Wujudkan Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Views
×

Kemensos Gandeng Kampus untuk Wujudkan Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Kemensos Gandeng Kampus untuk Wujudkan Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Koma.id | Boyolali – Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem terus digenjot oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam strategi terbaru, Kemensos menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra utama untuk mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, yang ditargetkan rampung pada 2026.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa sinergi dengan kampus menjadi langkah strategis karena kampus memiliki program pengabdian masyarakat dan basis daerah binaan yang dapat mendukung implementasi kebijakan sosial secara langsung.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tujuan saya datang ke kampus-kampus adalah bersinergi dan berkolaborasi dalam program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Agus Jabo dalam dialog bertajuk “Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan” di Universitas Boyolali, Jawa Tengah.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, Rektor Universitas Boyolali Nanik Sutarni, serta jajaran akademisi dan tamu undangan lainnya.
Sinergi Lintas Sektor

Kemensos Gandeng Kampus untuk Wujudkan Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah
Kemensos Gandeng Kampus untuk Wujudkan Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah

Dalam pemaparannya, Agus Jabo menekankan bahwa Kemensos tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga sektor swasta agar program berjalan optimal.

Sebagai langkah konkret, Kemensos telah melakukan tiga upaya utama untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem. Pertama, penyusunan dan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan dukungan 34 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang memastikan kesesuaian data di lapangan.

“Kita ingin mengubah prioritas dari perlindungan sosial ke pemberdayaan. Bantuan yang diberikan harus mendorong masyarakat agar lebih produktif,” jelasnya.

Optimalisasi Program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mencapai 100 titik pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Saat ini, Kemensos bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menilai usulan dari pemerintah daerah untuk menentukan lokasi tambahan sekolah rakyat.

“Pendidikan adalah alat pembebasan untuk memberdayakan masyarakat miskin. Saya berharap Universitas Boyolali bisa menjadi pelopornya,” tutup Agus Jabo.

Kemensos berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, guna mewujudkan target pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.