Koma.id, Jakarta – Panggilan Aksi Nasional yang digelorakan oleh Front Rakyat Papua Merdeka (FRPAT) pada tanggal 15 November 2024 merupakan suatu momentum penting bagi seluruh rakyat West Papua untuk bersatu dalam menolak program transmigrasi yang dianggap sebagai wajah baru kolonialisme di Tanah Papua.
Sementara itu, Universitas Papua (UNIPA) di Manokwari mengadakan aksi penolakan terhadap program transmigrasi yang diusulkan oleh Prabowo Subianto di Tanah Papua.
Aksi ini berlangsung pada 4 November 2024 di kawasan Perkantoran Arfai.
Hal berbeda disampaikan Tokoh Masyarakat Jayapura Astus Puraro yang berharap program transmigrasi hadir di Jayapura. Sebab, Kabupaten Jayapura membutuhkan orang-orang yang mempunyai softskill sehingga bisa melatih para pemuda yang banyak pengangguran.
Senada juga disampaikan Tokoh Adat Edison Awoitauw yang mengaku bahwa mayoritas masyarakat Papua sering salah kaprah dengan apa yang namanya transmigrasi, karena dianggap akan mendatangkan masyarakat dari luar Papua. Padahal bukan mendatangkan masyarakat tapi memindahkan masyarakat.







