KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mendorong agar pemerintahan Prabowo Subianto nanti, fokus kembali mengedukasi generasi muda dengan pendidikan ideologi dan pancasila.
Hal ini disampaikan melihat banyak pelajar di Indonesia yang tidak paham dasar negara Indonesia. Bahkan geografis Indonesia pun banyak yang tidak kenal. Menurut Habib Syakur, hal ini menjadi ironi dunia pendidikan dalam negeri.
SPEDA Ingatkan Gerakan Mahasiswa Jangan Terseret Isu Viral, Soroti Pentingnya RUU Perampasan Aset
“Ini bagi saya ironi sekali di dunia pendidikan. Jadi concern Gerakan Nurani Kebangsaan mendorong pemerintah pusat memperhatikan ini,” kata Habib Syakur, Senin (7/10).
Bagi dia, pendidikan dasar kebangsaan ini penting untuk memastikan eksistensi Indonesia tetap terjaga. Ia khawatir jika anak-anak Indonesia tidak mengenal negara dan bangsanya sendiri.
“Jangan sampai anak-anak kita tidak kenal budaya kita apa, negara kita bagaimana. Ini fatal sekali,” ujarnya.
Untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, ulama asal Malang Raya ini pun berharap Prabowo Subianto menempatkan sosok menteri yang sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya.
Jangan sampai Mendikbud Ristek diisi oleh orang yang hanya berorientasi bisnis, namun mengabaikan kualitas pendidikan dasarnya.
“Sudah cukup orang seperti Nadiem Makarim, jangan sampai salah menempatkan orang. Saya mohon Prabowo memperhatikan betul aspek ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Habib Syakur pun mengharapkan orang-orang yang memiliki concern serius pada kemajuan pendidikan tanpa menganulir dasar dan ideologi negara.
“Banyak kok. Ada pak Haedar Nasir, ada juga tokoh-tokoh besar yang memang concern ke pendidikan kita ya. Mereka nasionalis dan patriotik,” pungkasnya.












