Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Kinerja APBN 2023 Melampaui Harapan, Sri Mulyani Sumringah

Views
×

Kinerja APBN 2023 Melampaui Harapan, Sri Mulyani Sumringah

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani

Koma.id Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sepanjang tahun 2023 terbilang positif, bahkan dikatakan lebih baik dari yang diharapkan.

Sri Mulyani mengatakan pelaksanaan APBN 2023 masih dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun, lanjutnya, APBN mampu berjalan responsif menjadi instrumen yang dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Silakan gulirkan ke bawah

“APBN Kita ditutup mungkin relatif lebih baik dari yang kita harapkan. Jadi APBN kita cukup sehat, konsolidasinya bagus, sehingga masuk 2024 juga ada optimisme,” katanya dalam sebuah video Rapor Tahunan APBN 2023, yang dikutip wartawan, Senin (1/1).

Sri Mulyani menuturkan, pihaknya dalam melaksanakan APBN 2023 difokuskan dalam meningkatkan produktivitas, mendorong transformasi ekonomi, serta menciptakan inklusivitas.

“Ketiga aspek tersebut penting dilaksanakan untuk mencapai cita-cita Indonesia emas pada 2045,” tutur Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.

Dia lantas menjelaskan, bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk berbagai program pada APBN 2023, diantaranya yakni untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial.

Terpisah, Sri Mulyani melalui unggahan akun media sosialnya membeberkan postur realisasi APBN hingga 28 Desember 2023, dimana realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.725,4 triliun.

Angka tersebut setara dengan 110,6 persen dari target awal pemdapatan negara yang sebeaar Rp2.463,0 triliun dan 103,3 persen dari target yang dimuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2023 yang senilai Rp 2.637,2 triliun.

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasinya mencapai Rp2.966,8 triliun atau 96,9 persen dari rencana awal Rp3.061,2 triliun. Adapun jika berdasarkan target pada Perpres 75/2023 senilai Rp3.117,2 triliun maka realisasinya 95,17 persen.

Dengan kinerja itu, defisit sementara APBN 2023 senilai Rp337,8 triliun atau sekitar 1,6 persen PDB 2023 sejumlah Rp21.037,9 triliun. Angka tersebut lebih kecil dari target awal senilai Rp598,2 triliun atau 2,84% PDB dan target pada Perpres 75/2023 senilai Rp479,9 triliun atau Rp2,27 persen.

Menurut Sri Mulyani, kinerja positif APBN 2023 akan membawa optimisme bagi pemerintah dalam mengelola keuangan negara pada 2024. Beberapa agenda penting bakal dilaksanakan pada tahun ini antara lain pemilu dan menyelesaikan proyek Ibu Kota Nusantara (KN).

Meski demikian, pemerintah juga akan tetap mewaspadai berbagai risiko, terutama dari faktor eksternal.

“Tahun 2024 kita tetap harus waspada. Geopolitik masih belum selesai, dunia masih dihadapkan pada fragmentasi yang luar biasa. Jadi kita jangan terkejut karena kita tahu syok itu selalu datangnya tidak pernah direncanakan,” tukas Sri Mulyani.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.