Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Cak Imin Dapat 6 Titipan Buruh Saat Kunjungan ke Bekasi

Views
×

Cak Imin Dapat 6 Titipan Buruh Saat Kunjungan ke Bekasi

Sebarkan artikel ini
Cak Imin dan Buruh Bekasi
Cak Imin di Bekasi.

KOMA.IDCalon Wakil Presiden nomor urut 1, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan bahwa kaum buruh adalah kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa dan negara.

“Bagi saya, buruh ini pahlawan bukan hanya bagi keluarga dan perusahaan, tetapi juga bagi negara,” kata Cak Imin saat menghadiri dialog kesejahteraan buruh bersama Gus Muhaimin di Gedung Juang 45 Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/12)

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menilai bahwa tanpa adanya buruh, maka sektor ekonomi tidak akan bergerak, dan tentu akan membuat negara juga tidak akan maju.

Dengan demikian, Cak Imin menilai bahwa negara sudah seharusnya bisa hadir memberikan perhatian lebih kepada mereka.

“Bayangkan saja, tanpa peran mereka roda perekonomian suatu negara tidak mungkin bisa berjalan optimal. Karena itu, negara wajib hadir dan memfasilitasi hak mereka secara adil,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Cak Imin yang memiliki kader sebagai Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Indonesia Maju tersebut menyampaikan, bahwa saat ini dirinya telah menerima titipan pesan agar apa yang disampaikan buruh tersebut bisa direalisasikan dengan baik jika dirinya mendapatkan mandat sebagai wakil presiden.

“Ada enam poin penting yang dititipkan kelompok buruh Bekasi saat berdialog dengan saya tadi siang di Gedung Juang 45 Bekasi,” terangnya.

Beberapa di antara titipan poin tersebut antara lain ;

  1. Sistem pengupahan yang adil,
  2. Bantuan pangan murah,
  3. Perlindungan sosial,
  4. Memperbanyak pelatihan gratis dan beasiswa,
  5. Prioritas tenaga kerja lokal dibanding TKA, dan
  6. Melibatkan buruh dalam berbagai penentuan kebijakan.

“Semua aspirasi kaum buruh adalah amunisi bagi saya dan mas Anies untuk mewujudkan perubahan di lingkungan ketenagakerjaan,” tukasnya.

Cak Imin harap baik pengusaha dan buruh bisa sama-sama besar nantinya dengan pemerataan keadilan.

Kalau pengusaha bisa untung, maka buruh pantang buntung!,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.