Koma.id– Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menepis isu yang menyebut adanya intimidasi dan tekanan dari pemerintah maupun aparat penegak hukum terhadap masyarakat sipil yang kritis. Klaimnya pemerintah justru terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik.
“Bapak Presiden mau setiap saat minta masukan. Beliau menyampaikan: Kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tetapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain,” kata Dudung.
Dia mengutip sikap Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya tidak pernah anti terhadap kritik. Dudung menyampaikan bahwa Presiden Prabowo setiap saat siap menerima masukan.
“Jangan kemudian dipelintir seakan-akan (Presiden, red.) tidak mau menerima masukan,” sambung Dudung.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo sendiri pernah menegaskan bahwa dirinya tidak antikritik. Saat berpidato dalam acara Puncak Perayaan Natal awal tahun 2026, Prabowo menyatakan bahwa kritik justru membuatnya bersyukur.
Presiden pun memberi contoh sederhana saat seorang ajudan berani mengoreksi kancing seragamnya yang tidak terpasang. Meski sempat merasa dongkol, Prabowo mengakui koreksi itu justru menyelamatkan penampilannya.







