Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Pemerintah Janji Genjot Angka Zero Kemiskinan Ekstrem

Views
×

Pemerintah Janji Genjot Angka Zero Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Rakor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat
Rakor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

KOMA.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah memacu mesin birokrasi untuk menuntaskan misi besar menghapus angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026 mendatang.

Ambisi ini bukan tanpa modal, mengingat catatan impresif pemerintah yang berhasil membebaskan 1,36 juta jiwa dari belenggu kemiskinan ekstrem sepanjang periode Maret 2024 hingga September 2025.

Silakan gulirkan ke bawah

Merujuk pada evaluasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, angka kemiskinan ekstrem nasional kini melandai dari 1,26 persen menjadi 0,78 persen.

Laju penurunan sebesar 0,48 persen tersebut secara nyata telah mengurangi populasi masyarakat paling rentan dari 3,56 juta jiwa menjadi tersisa 2,2 juta jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa orkestrasi program yang sinkron antar-lembaga menjadi “resep” utama pencapaian target ini.

Fokus intervensi kini diarahkan pada penguatan bantalan sosial yang menyentuh langsung akar rumput agar bantuan tidak sekadar menjadi pelipur lara sementara.

Integrasi program ini dirancang untuk memantik lahirnya lapangan kerja baru sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan dan energi di level rumah tangga terbawah.

“Targetnya jelas yaitu nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata,” tegas Abdul Muhaimin Iskandar dalam rapat evaluasi di Jakarta, Senin (27/4).

Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif kini diposisikan sebagai jembatan ekonomi baru yang bertugas memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri secara finansial.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan strategi kolaborasi hexahelix sebagai cara jitu menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi talenta lokal.

Upaya ini menjadi krusial karena dominasi anak muda dalam struktur tenaga kerja, di mana perluasan lapangan kerja baru tercatat sudah melampaui target hingga 107 persen per Agustus lalu.

Transformasi ini selaras dengan Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Gen Z dan milenial sebagai motor utama penggerak roda ekonomi masa depan.

“Dengan menguatkan ekosistem ekonomi kreatif daerah, kami optimis melalui program seperti Akselerasi Kreatif (AKTIF) hingga Desa Kreatif, masyarakat bisa benar-benar ‘naik kelas’ dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” tutur Teuku Riefky.

Sinergi ini turut dikawal ketat oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih lainnya yang berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok negeri.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.