Koma.id – Komnas HAM melaporkan bahwa telah terjadi 54 kasus kekerasan di Papua selama delapan bulan terakhir, dengan sebagian besar terjadi di Papua Tengah dan Pegunungan Papua.
Sebanyak 54 kasus kekerasan ini terjadi dari Januari hingga Agustus 2023, dengan data yang dikumpulkan dari pemantauan dan pengaduan yang diterima Komnas HAM. Kekerasan paling banyak terjadi di beberapa kabupaten di Papua Tengah dan Pegunungan Papua, provinsi yang baru saja dibentuk pada akhir tahun 2022.
Daerah rawan konflik di Papua Tengah yaitu meliputi Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak, sementara di Pegunungan Papua, konflik sering terjadi di Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Jayawijaya.
Kekerasan yang terjadi meliputi serangan terhadap warga sipil yang dicurigai sebagai agen intelijen, yang mengarah pada siklus balas dendam antara kelompok sipil bersenjata dan aparat keamanan. Serangan-serangan tersebut semakin terkoordinasi, menargetkan kantorkantor pemerintah, layanan publik, dan rumah-rumah warga sipil.
Komnas HAM merekomendasikan dialog damai antara pemerintah dan kelompok-kelompok yang bertikai, dengan mengutip dialog yang berhasil dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Finlandia pada tahun 2005 sebagai contoh. Polisi dan militer bekerja sama untuk meningkatkan keamanan di Papua dalam persiapan pemilihan umum 2024, termasuk penambahan personil untuk kepolisian Papua.













