Koma.id | Lampung – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan 19 kali erupsi sepanjang Juni hingga pertengahan Juli. Meski status gunung berada pada level Siaga, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi disertai lontaran abu vulkanik setinggi ratusan meter. Aktivitas kegempaan vulkanik juga meningkat, sehingga masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Jumono, menegaskan bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi.
“Masyarakat dan nelayan di sekitar Selat Sunda diminta tetap waspada dan tidak mendekati kawasan rawan,” ujarnya.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan operasional penyeberangan Merak–Bakauheni tetap normal. Hingga Selasa pagi, tidak ada gangguan terhadap jadwal kapal maupun arus penumpang. Koordinasi dengan BMKG dan PVMBG terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap jalur transportasi laut.








