Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

Prajurit TNI AL Asal Bangkalan Tewas, Keluarga Minta Usut Tuntas

Views
×

Prajurit TNI AL Asal Bangkalan Tewas, Keluarga Minta Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Prajurit Tni Al Ghofirul Kasyfi

Koma.id | Jakarta – Duka menyelimuti keluarga Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi (22), prajurit TNI Angkatan Laut asal Bangkalan, Jawa Timur, yang meninggal dunia saat bertugas di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat pada Minggu (26/04). Ghofirul baru dilantik sebagai anggota TNI AL pada Desember 2025 dan mulai berdinas di Jakarta sejak Februari 2026.

Kabar kematian Ghofirul disebut akibat bunuh diri di kamar kapal. Namun, pihak keluarga menolak kesimpulan tersebut. Ayah korban, Mahbub Madani, mengaku menemukan sejumlah luka lebam di tubuh anaknya saat membuka peti jenazah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya betul-betul tidak terima anak saya dibilang bunuh diri. Banyak luka lebam, bahkan ada pendarahan di bagian tubuh yang tidak wajar,” ujarnya, Selasa (05/05).

Mahbub menuturkan, sebelum meninggal, Ghofirul sempat menghubungi keluarga dan mengaku kerap mendapat perlakuan keras dari senior selama masa orientasi di kapal perang. Ia bahkan meminta dipindahkan ke Surabaya karena tidak kuat menjalani rutinitas yang penuh tekanan.

“Anak saya mengaku dibantai bukan hanya satu orang, tapi oleh puluhan orang,” kata Mahbub.

Keluarga mendesak dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. “Kalau hasil autopsi tidak ada tanda kekerasan, kami ikhlas. Tapi kalau ada, harus diusut tuntas dan semua yang terlibat dihukum,” tegas Mahbub.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa menyatakan hasil visum Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Mintohardjo tidak menemukan tanda kekerasan. Menurutnya, luka lebam yang terlihat merupakan livor mortis, tanda kematian akibat berhentinya sirkulasi darah. “Penyebab kematian adalah gantung diri,” ujarnya.

Meski demikian, keluarga tetap merasa janggal dan menyiapkan surat resmi untuk meminta investigasi mendalam. Kasus ini menambah sorotan publik terhadap dugaan kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan penugasan prajurit muda, yang dinilai perlu pengawasan lebih ketat agar tidak menimbulkan tragedi serupa.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.