KOMA.ID, JAKARTA – Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi menyampaikan, bahwa saat ini ada dua jemaah haji Indonesia yang wafat di Madinah. Keduanya berasal dari Pekalongan dan Samarinda.
“Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda,” kata Hasan dalam siaran persnya, Sabtu (2/5/2026).
Dengan bertambahnya dua jemaah haji yang wafat, sehingga total jemaah haji yang meninggal dunia dalam agenda Haji 2026 ini berjumlah 7 (tujuh) orang.
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 7 Jam Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
“Sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan menyampaikan bahwa pihaknya menaruh duka yang mendalam atas wafatnya para tamu Allah SWT tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hasan.
Saat ini kata Hasan, jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.
Dari sisi kesehatan, layanan terus diberikan secara menyeluruh. Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 125 jemaah dirujuk ke RSAS. Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.
Oleh sebab itu, ia pun mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk selalu menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.
“Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” pungkas Hasan.













