Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dan menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan kriminal berat yang mengarah pada terorisme.
Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya keji, tetapi juga mengancam rasa aman publik. Ia menekankan bahwa aparat penegak hukum harus bergerak cepat dan menyeluruh untuk mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Kematian Peserta Latsarmil SPPI Disorot, Koalisi: Jadi Alarm Bahaya Militerisasi Program Sipil
“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut sampai tuntas,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan agar proses penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku di lapangan semata. Menurutnya, pengungkapan aktor intelektual di balik aksi tersebut menjadi kunci untuk memastikan keadilan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sementara itu, politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, turut menyoroti kasus tersebut dengan menyampaikan sejumlah kecurigaan. Ia menilai bahwa para pelaku kemungkinan tidak bertindak sendiri.
Ferdinand menduga adanya keterlibatan kelompok tertentu yang memiliki agenda lebih besar, bahkan mengarah pada upaya menciptakan instabilitas politik. Ia juga menyinggung latar belakang pelaku yang disebut berasal dari kalangan perwira pertama, seperti kapten dan letnan, yang menurutnya menimbulkan tanda tanya besar.
Lebih jauh, Ferdinand mengungkapkan dugaan adanya skenario sistematis di balik insiden tersebut, termasuk kemungkinan upaya untuk memicu kemarahan publik terhadap pemerintah. Bahkan, ia tidak menutup kemungkinan adanya agenda yang lebih ekstrem, seperti upaya kudeta terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran luas terkait keamanan aktivis serta stabilitas nasional. Aparat penegak hukum diharapkan dapat segera mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut secara transparan dan akuntabel.













