Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai pernyataan Amien Rais yang meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri dan menyebut jangan menjadi presiden setengah hati tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
“Saya kira tidak perlu ditanggapi terlalu berlebih-lebihan komentar Amien Rais karena hanya mencari sensasi dan butuh panggung politik,” kata Fernando, Jumat (6/2/2026).
Dia menjelaskan, komentar tersebut lebih mencerminkan upaya mencari sensasi politik dan panggung publik, ketimbang memberikan masukan konstruktif bagi pemerintahan yang baru berjalan.
Ia menduga pernyataan itu dilontarkan agar mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo.
“Mungkin Amien Rais ingin diundang oleh Presiden Prabowo sehingga memberikan komentar yang tidak penting dan cenderung tendensius,” ujar dia.
Fernando juga menilai kritik tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan Presiden Prabowo dalam mengelola pemerintahan saat ini.
Ia bahkan menyarankan agar Amien Rais lebih fokus pada aktivitas yang lebih bermanfaat secara personal dan sosial.
“Sebaiknya Amien Rais momong cucu saja yang lebih memberi manfaat daripada berkomentar tidak sesuai dengan kebutuhan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya.
“Pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif presiden dan tidak ada batasan berapa tahun menjabat selama belum pensiun. Saya juga meminta kepada semua pihak, jangan terlalu latah berkomentar dan seolah melakukan intervensi terhadap Presiden Prabowo Subianto,” jelas Fernando.
Kata Fernando, Presiden Prabowo Subianto tentu sangat paham sosok yang dibutuhkan untuk mengisi posisi Kapolri sesuai dengan kondisi saat ini.
“Tentu Prabowo masih membutuhkan Jenderal Polisi Listyo Prabowo mengisi posisi Kapolri sehingga masih dipertahankan sampai saat ini,” ujarnya.







