Koma.id– Kabar duka siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen, memantik desakan keras dari berbagai pihak agar pemerintah segera turun tangan. Tragedi ini dinilai sebagai tamparan dan alarm bagi pemangku kebijakan di pusat dan daerah.
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuven Tukung, menegaskan, peristiwa ini harus menjadi alarm agar pemerintah lebih fokus pada persoalan-persoalan mendasar masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani menegaskan tragedi ini merupakan alarm keras bagi dunia pendidikan nasional dan tamparan bagi Kementerian Pendidikan. Irfani mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di daerah, termasuk efektivitas penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan respons pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi warga.
Rocky Gerung juga ikut berkomentar dengan menyindir kegagalan pemerintah dalam menangani akar masalah. Rocky menyinggung keseriusan negara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Bahkan ia membandingkannya dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya rela menggelontorkan Rp17 triliun untuk mendukung Board of Peace besutan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.







