Koma.id — Operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah Jawa Barat dan Kota Bekasi terpaksa dihentikan sementara akibat kendala pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta meningkatnya kasus warga, terutama pelajar, yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Beberapa dapur MBG di wilayah Jawa Barat dilaporkan menghentikan layanan sementara karena anggaran dari pemerintah pusat belum cair. Akibatnya, pengelola dapur tidak memiliki sumber daya untuk menyiapkan makanan sesuai jadwal. Kasus serupa juga terjadi di dapur MBG kawasan Harapan Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, yang berhenti beroperasi hanya dua bulan setelah dibuka, karena dana belanja bahan dan biaya operasional dari BGN yang belum dicairkan.
Seorang pegawai di dapur MBG Bekasi mengatakan penghentian operasi diumumkan melalui pesan singkat kepada relawan setempat. Ia menyebutkan keterlambatan pembayaran upah dan biaya operasi menjadi indikasi masalah dana yang lebih luas. Hingga kini belum ada kepastian kapan dapur akan kembali aktif.
Keracunan Masih Jadi Ancaman
Selain kendala dana, sejumlah kasus food poisoning atau dugaan keracunan akibat mengonsumsi makanan MBG juga terjadi di Jawa Barat. Beberapa laporan sebelumnya mencatat puluhan hingga ratusan pelajar di berbagai wilayah seperti Kuningan, Ciamis, Bandung Barat, dan daerah lain mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Kasus tersebut turut meningkatkan sorotan terhadap pelaksanaan dan pengawasan program MBG, termasuk standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur-dapur penyedia makanan. Pemerintah pusat melalui BGN sebelumnya mengatakan akan menutup sementara SPPG yang melanggar standar operasional dan menerapkan evaluasi ketat sebelum dapur dapat beroperasi kembali.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi masalah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pernah menyampaikan bahwa penghentian sementara beberapa unit MBG perlu dijadikan momentum untuk evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program, terutama terkait prosedur distribusi, pengawasan kualitas makanan, serta penjaminan keamanan pangan sebelum menu disajikan ke penerima manfaat.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan kasus kesehatan yang dilaporkan di sejumlah sekolah, serta mengkoordinasikan langkah pencegahan bersama dinas kesehatan setempat.
Pencairan Anggaran dan Hambatan Operasional
Kondisi penghentian operasional MBG di Jawa Barat dan Bekasi menunjukkan dampak dari terlambatnya pencairan dana operasional dari BGN, yang menjadi kendala utama bagi banyak dapur MBG untuk melanjutkan penyediaan makanan bergizi. Hingga kini, pihak BGN belum mengeluarkan jadwal pasti pencairan dana berikutnya di wilayah-wilayah yang terhenti operasionalnya.













