Koma.id, Denpasar — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Bali secara resmi menyatakan dukungan terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, di Denpasar, Sabtu (18/1).
Made Muliawan Arya menegaskan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Menurutnya, salah satu pertimbangan utama adalah efisiensi anggaran, mengingat Pilkada langsung selama ini dinilai menyedot biaya operasional yang sangat besar.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Biaya politik yang tinggi dalam Pilkada langsung kerap berdampak pada kualitas pemerintahan yang dihasilkan. Efisiensi anggaran menjadi pertimbangan penting,” ujarnya.
Ia menilai, mekanisme pemilihan melalui DPRD dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya politik sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan terukur.
Sikap berbeda disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Secara terpisah, Hasto menegaskan bahwa PDIP tetap menolak Pilkada melalui DPRD. Menurutnya, pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat merupakan amanat reformasi yang tidak boleh diabaikan.
“Pilkada langsung adalah wujud kedaulatan rakyat. Masyarakat berhak menentukan pemimpinnya sendiri,” tegas Hasto.
Perbedaan pandangan antara Gerindra dan PDIP ini kembali menegaskan adanya tarik-menarik wacana soal mekanisme Pilkada di Indonesia, antara efisiensi anggaran negara dan prinsip demokrasi langsung yang lahir dari semangat reformasi.












