Koma.id– Presiden Partai Buruh sekaligus Presidium Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa elemen buruh akan menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Pertemuan ini direncanakan untuk membahas Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026.
Rencana pertemuan tersebut muncul sebagai bentuk penolakan terhadap penetapan UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta yang telah ditetapkan sebelumnya. Saat ini, pihak buruh sedang berkoordinasi untuk menentukan waktu yang tepat guna bertemu dengan Wagub Rano Karno.
Said Iqbal menyampaikan bahwa KSPI mendorong angka UMP Jakarta sebesar Rp 5.898.511. Angka ini didasarkan pada perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dianggap ideal.
Said Iqbal menjelaskan dua alasan utama perjuangan menuju angka tersebut. Pertama, untuk meningkatkan kelayakan hidup pekerja di Jakarta, yang saat ini mendapatkan upah minimum lebih rendah dibandingkan dengan daerah penyangga seperti Bekasi dan Karawang.
Argumen ini semakin kuat dengan masa berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan yang panjang, yaitu 10-15 tahun. Alasan kedua, kata Said Iqbal, adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di Jakarta.












