Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
DaerahNasional

Rano Karno Ingin Smart Gate Warga RT 11 Gandaria Utara Diterapkan di Seluruh Jakarta

Views
×

Rano Karno Ingin Smart Gate Warga RT 11 Gandaria Utara Diterapkan di Seluruh Jakarta

Sebarkan artikel ini
Wagub Dki Jakarta Rano Karno Di Kebayoran Baru Jaksel 1779863356017 169

Koma.id, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengapresiasi inovasi sistem keamanan lingkungan berbasis digital atau smart gate yang diterapkan warga RT 11 RW 07, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia bahkan mendorong sistem tersebut menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jakarta.

Apresiasi itu disampaikan Rano saat mengunjungi kawasan RT 11 RW 07 sekaligus menyerahkan satu ekor sapi kurban Idul Adha berbobot sekitar 1 ton, Rabu (27/5/2026). Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah
Baca juga:
RT 11 Gandaria Utara Dipuji, Rano Karno: Kalau Tiap Gang Punya Sistem Ini, Jakarta Lebih Aman

“Kalau sistem ini bisa diterapkan di setiap gang saja, minimal wilayah itu aman,” kata Rano.

Rano menilai semangat menjaga lingkungan harus tumbuh dari kesadaran warga sendiri. Ia menyebut slogan “Jaga Jakarta” lahir dari pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan rasa aman di ibu kota.

“Kenapa keluar tagline Jaga Jakarta? Karena nggak ada hubungannya tentara, polisi. Tapi kalau masyarakat Jakartanya nggak care. Tapi begitu masyarakatnya care, seharusnya menjaga Jakarta ini menjadi tanggung jawab kita,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan sistem keamanan berbasis warga memang tidak selalu mudah pada tahap awal. Namun, manfaatnya akan dirasakan setelah sistem berjalan dan mampu meningkatkan keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Rano juga mendorong pengelola lingkungan RT 11 RW 07 untuk berbagi pengalaman dan memberikan pelatihan kepada kampung lain yang ingin menerapkan sistem serupa.

“Mudah-mudahan ini bisa dicontoh. Artinya mas siap untuk memberikan pelatihan. Kita undang beberapa kampung, kita terangkan sistem ini,” katanya.

Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori menjelaskan inovasi Smart Kampung Pintar bermula dari keresahan warga terkait keamanan lingkungan, terutama saat bulan Ramadan. Dari situ, warga berinisiatif mengubah sistem keamanan konvensional menjadi berbasis digital.

“Sebelumnya memang kita berangkatnya dari bulan puasa, awalnya keresahan masyarakat. Kita ubah yang sifatnya konvensional menjadi sistem yang lebih modern, serba digital,” ujar Imam.

Ia menjelaskan sistem keamanan yang diterapkan tidak hanya berupa e-gate, tetapi juga dilengkapi alarm panic button yang terhubung ke telepon pintar warga, aplikasi Jaga Warga, patroli lingkungan, hingga sistem GPS.

“Kita nggak cuma e-gate sebelah, kita juga ada alarm panic button yang masuk di smartphone kita, ada Jaga Warga, patroli, dan pemberian GPS,” katanya.

Imam menyebut seluruh inovasi tersebut dibangun menggunakan dana operasional RT yang dimaksimalkan untuk kepentingan warga. Bahkan, menurutnya, wilayah RT 11 RW 07 tidak memberlakukan iuran bulanan kepada warga.

“Iuran warga tidak ada di sini. Jadi memang kita maksimalkan semua kas itu hanya untuk kembali lagi ke warga. Intinya dana operasional itu dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” tuturnya.

Sementara itu, Rano menyatakan siap membantu pengembangan sistem keamanan digital tersebut, termasuk mencarikan dukungan corporate social responsibility (CSR) apabila diperlukan. Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap kondisi darurat seperti pemadaman listrik agar sistem tetap berjalan optimal.

“Bagaimana kalau terjadi mati lampu? Itu juga harus dipikirkan. Kita bantu pikirin, kita carikan CSR-nya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.