Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaPolitik

DPC Gerindra Solo Tolak Budi Arie Gabung Partai: Dinilai Bisa Rusak Tatanan Internal

Views
×

DPC Gerindra Solo Tolak Budi Arie Gabung Partai: Dinilai Bisa Rusak Tatanan Internal

Sebarkan artikel ini
DPC Gerindra Solo Tolak Budi Arie Gabung Partai: Dinilai Bisa Rusak Tatanan Internal

Koma.id | Solo – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, secara tegas menolak rencana Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra. Ia menilai masuknya Budi Arie berpotensi merusak tatanan internal partai dan menimbulkan konflik di tubuh organisasi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Solo sendiri juga sama (menolak), tidak begitu bisa menerima, Budi Arie Projo masuk Gerindra,” ujar Ardianto saat ditemui wartawan, Selasa (11/11).

Penolakan tersebut, menurut Ardianto, merupakan sikap kolektif pengurus dan kader Gerindra Solo. Ia menyebut Gerindra telah memiliki kader militan dan loyal yang tidak membutuhkan tambahan kekuatan dari luar, termasuk dari kelompok relawan.

“Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo itu. Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai. Karena dia punya pemikiran berbeda dengan AD/ART Gerindra,” tegasnya.

Ardianto juga menilai keinginan Budi Arie untuk bergabung ke Gerindra seolah menunjukkan ambisi politik yang bisa mengganggu stabilitas internal.

“Dia masuknya seolah-olah sudah punya power tinggi. Saya tidak setuju sekali, karena level relawan dan partai itu berbeda,” katanya.

Sikap penolakan ini, lanjut Ardianto, akan disampaikan secara resmi ke DPP Partai Gerindra sebagai bentuk aspirasi dari akar rumput. Ia berharap pengurus pusat mempertimbangkan masukan dari daerah sebelum mengambil keputusan.

“Kalau saya Ketua DPC Solo menolak, maka badan partai secara umum dan kader pengurus ikut menolak. Ini akan kami sampaikan ke DPP Gerindra,” ujarnya.

Sebelumnya, Budi Arie menyampaikan niatnya untuk bergabung ke Partai Gerindra dalam Rakernas Projo di Jakarta, Minggu (02/11). Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Namun, sejumlah pengurus Gerindra di berbagai daerah, termasuk Bangkalan dan Solo, menyuarakan penolakan. Mereka menilai Gerindra tidak kekurangan figur dan memiliki sistem kaderisasi yang kuat tanpa perlu mengandalkan kekuatan eksternal.

“Gerindra bukan partai yang dibangun dengan kekuatan relawan, tapi dengan disiplin organisasi. Jadi kalau tiba-tiba relawan masuk, apalagi yang pemikirannya berbeda, itu bisa mengganggu stabilitas internal partai,” pungkas Ardianto.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.