Koma.id– Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menegaskan tidak ada alasan yang pantas untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Pasalnya rekam jejak Soeharto yang disebut terlibat dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
Jadi wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto tersebut justru berpotensi mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan semangat reformasi yang lahir pasca kejatuhan rezim Orde Baru.
“Kalau pribadi oh saya menolak keras. Iya kan? Apa sih hebatnya si Soeharto itu sebagai pahlawan? Hanya bisa memancing, eh apa membunuh jutaan rakyat Indonesia,” tegas Ribka kepada wartawan
dikutip.
Menurut Ribka, sebelum ada pelurusan sejarah terkait berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di masa pemerintahan Soeharto, wacana pemberian gelar tersebut tidak memiliki dasar moral maupun historis.
“Udah lah, pelanggar HAM, membunuh jutaan rakyat. Belum ada pelurusan sejarah, udah lah nggak ada pantasnya dijadikan pahlawan nasional,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menyerahkan daftar 40 nama tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, pada 21 Oktober 2025.
Dari daftar tersebut, salah satu nama yang diusulkan adalah Soeharto, presiden kedua RI yang memimpin selama 32 tahun dan masih menjadi sosok kontroversial dalam sejarah bangsa.













