Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Brigadir Nurhadi Tewas Janggal! Kompolnas Desak Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya

Views
×

Brigadir Nurhadi Tewas Janggal! Kompolnas Desak Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya

Sebarkan artikel ini
Ketua Kompolnas, Choirul Anam.
Ketua Kompolnas, Choirul Anam.

Koma.id, Jakarta – Kasus kematian Brigadir Nurhadi, anggota Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menyisakan tanda tanya besar di tengah publik. Pengamat Kepolisian dari Indonesia Safety and Security Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyebut kasus ini janggal dan tidak masuk akal. Menurutnya, kematian yang terjadi pada 16 April 2025 baru mulai diungkap pada 1 Mei 2025, dan hingga pertengahan Juli belum ada kejelasan siapa pelaku sebenarnya.

“Ini sudah hampir satu setengah bulan, tapi penetapan tersangka masih kabur. Polda NTB terkesan mengulur-ulur waktu,” tegas Bambang.

Silakan gulirkan ke bawah

Langkah lambat ini dinilai mengganggu kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di internal Polri, terlebih jika menyangkut sesama anggota. Bambang mendesak agar kasus ini tidak ditutup-tutupi dan segera dituntaskan secara transparan.

Situasi ini mendorong Bareskrim Polri turun tangan. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan timnya telah mengirim asistensi ke Polda NTB untuk mendalami hasil penyidikan. Ia menjanjikan proses hukum akan berjalan kredibel dengan pendekatan pembuktian ilmiah.

“Kami pastikan tidak ada yang ditutupi. Semua akan diungkap dengan transparan dan berdasarkan fakta,” ujar Djuhandhani.

Sementara itu, pihak keluarga Brigadir Nurhadi juga mulai bersuara. Hambali, kakak almarhum, meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Ia menyatakan keluarga menaruh harapan besar pada keadilan dan menolak segala bentuk intervensi yang bisa mengaburkan fakta.

“Kami hanya ingin keadilan. Apa pun yang terjadi, pelakunya harus dihukum setimpal,” ungkap Hambali dengan suara berat.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun turut mendesak keterbukaan. Choirul Anam, anggota Kompolnas, menegaskan bahwa publik berhak tahu bagaimana sebenarnya Brigadir Nurhadi meninggal, termasuk apakah ada indikasi perilaku menyimpang dari sesama anggota kepolisian.

“Ini soal integritas lembaga. Jangan ada yang ditutupi,” pungkas Anam.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.