Koma.id – Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan dirinya mendorong adanya wajah baru atau tokoh dari luar partai untuk memimpin PPP.
Hal tersebut dia katakan lantaran PPP harus mengganti ketua umum yang baru mengingat partai berlambang Ka’bah itu telah gagal melenggang masuk ke Senayan pada tahun ini.
“Saya sendiri lebih memilih untuk mendorong wajah baru untuk memimpin partai karena PPP butuh energi baru. Energi besar, bukan untuk berjalan. Tapi untuk melompat mengatasi semua rintangan untuk kembali ke Senayan 2029,” kata pria yang akrab disapa Gus Romy ini melalui siaran persnya, Rabu (14/5/2025).
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi mendorong agar kader menjadi calon ketua umum dibanding tokoh eksternal di muktamar tahun ini. Rusli tidak ingin kursi ketum PPP ujug-ujug langsung diberikan oleh orang luar.
“Jadi kita ingin ya kader partai gitu saja. Jadi marwah itu kan harus kita jaga juga. Masa partai kita ujug-ujug dikasih ke orang luar,” kata Rusli.
Rusli mencontohkan Sandiaga Uno sebagai tokoh eksternal yang masuk PPP namun ternyata tidak memberikan dampak elektoral bagi partai.
“Dan kita sudah coba itu Pak Sandi kan jadi Ketua Bappilu kan. Yang katanya kan kalau tokoh dari luar nanti akan bisa besarkan partai Ya kurang tokoh apa Pak Sandi kan dikenal, kaya juga,” tandanya.
Diketahui, nama-nama ekternal itu di antaranya Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Dudung Abdurachman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto.







