Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

GSBI Tegaskan Buruh Cinta Damai Bukan Perusuh

Views
×

GSBI Tegaskan Buruh Cinta Damai Bukan Perusuh

Sebarkan artikel ini
GSBI Tegaskan Buruh Cinta Damai Bukan Perusuh

Koma.id Ketua Umum Gerakan Serikat Buruh Indonesia, Rudi HB Daman menyatakan, organisasi buruh disetiap aksinya selalu berkomitmen melaksanakan demonstrasi damai sesuai dengan aturan.

Ditegaskan, kaum buruh bukanlah perusuh justru dirusuhi oleh ragam kebijakan yang merugikan kelompok buruh.

Silakan gulirkan ke bawah

“Buruh itu bukan perusuh, justru buruh itu hidupnya dirusuhi oleh kebijakan-kebijakan ekonomi politik yang membuat hidupnya susah, tempat kerjanya buruk, status kerja tidak ada kepastian (kontrak jangka pendek dan outsourcing serta pemagangan),” ujar Rudi, Jumat (25/4/2025).

“Jaminan sosialnya bermasalah, jam kerjanya panjang, diekploitasi oleh pengusaha dan penguasa. Padahal buruh itu berkontribusi besar pada kemajuan bangsa dan dunia,” sambung Rudi.

Ditegaskannya, demo-demo yang buruh lakukan itu menyuarakan hak-haknya, menyuarakan berbagai bentuk eksploitasi dan ketidakadilan yang dirasakan dan dialamainya, untuk meminta keadilan, menuntut kesejahteraan yang menjadi haknya.

“Dalam keadaan sekarang, menurut saya rugilah kaum buruh kalau melaksanakan aksi May Day hanya mau membuat rusuh/kekacauan,” ujarnya.

 

Dia juga menegaskan, May Day adalah momentum peringatan Hari Buruh sedunia.

Hari Buruh adalah sejarah kaum buruh yang meneladani tentang perjuangan buruh juga seluruh rakyat yang tertindas.

“Jadi May Day itu ya momentum kaum buruh bahkan bukan hanya buruh tapi seluruh rakyat tertindas dan terhisap, seluruh kaum mustadhafin untuk bersatu berjuang akan hak-haknya, berjuang untuk kesejahteraan, keadilan dan kebebasannya,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, momentum May Day ini selayaknya untuk mengorganisir, membangkitkan, menumbuhkan, mendidik, memperkuat barisan, dan memobilisasi perjuangan.

“May Day 2025 menurut saya adalah momentum bangkit dan bersatunya kaum buruh Indonesia untuk kembali menggelorakan perjuangan bersama tuntut cabut omnibus law cipta kerja,” ujar diaml.

“Dan mendesak Presiden Prabowo untuk segera lahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru yang Menghadirkan Negara untuk Hubungan Kerja Bermartabat yang selaras dengan tujuan nasional Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945,” ujarnya lagi.

Kaum Buruh Solid

Rudi menegaskan semua kaum buruh daei bsrbagai kalangan dan organiasi sangat solid dan tidak terpecah belah.

“Perbedaan dalam sikap, tindakan dan kegiatan itu biasa, bagian dinamika dan demokrasi dalam Gerakan buruh, serta konsekwensi dari kebebasan berserikat,” ujarnya.

Dan perbedaan dankeberagaman itu, tegas Rudi, justru harus dilihat adalah keindahan dan kekuatan.

“Kaum buruh Indonesia bangkit bersatulah, jangan melihat perbedaan warna dan nama, tapi mari focus pada agenda perjuangan perbaikan nasib, kesejahteraan, dan regulasi, perbaikan system tatanan negara bangsa kita agar UUD 1945 itu benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.