Koma.id, Jakarta – Sebanyak 101 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga hendak memicu kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monas dan depan Gedung DPR/MPR, kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa proses pemulangan dilakukan dengan pendampingan pihak keluarga dan LBH Jakarta.
“Semalam, 101 orang tersebut sudah pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan pendampingan dari LBH Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami barang bukti yang telah diamankan, termasuk selebaran yang diduga berisi rencana aksi. Pendalaman dilakukan oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Budi menambahkan bahwa penyelidikan juga diarahkan untuk mengidentifikasi aktor di balik rencana tersebut, termasuk pihak yang diduga berperan sebagai penggalang dana. “Kami masih mendalami dan mencari tahu siapa aktor di balik rencana ini, termasuk sumber pendanaannya,” katanya.
Sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap kelompok yang diduga akan menyusup ke dalam aksi buruh dan memicu kericuhan. Upaya ini dilakukan guna memastikan peringatan May Day tetap berlangsung aman dan tertib.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan bahwa pihaknya menjalankan berbagai pendekatan, mulai dari preemtif, preventif hingga represif.
“Dalam rangka menjaga marwah demokrasi dan menjamin hak penyampaian pendapat di muka umum agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, kami terus berupaya secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa polisi menyita sejumlah barang yang diduga akan digunakan dalam aksi kerusuhan. Barang-barang tersebut antara lain botol kosong dan kain yang berpotensi dijadikan bom molotov, paku beton, ketapel beserta gotri, serta dokumen yang berisi rencana aksi.
Iman menegaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan sebagai bentuk antisipasi sebelum terjadi tindak pidana.
“Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami, dan setelah itu mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.













